Disqus for abaditeacher-blogspot-com

Senin, Oktober 01, 2012

Ilmu Ekonomi



BAB I
ILMU EKONOMI, PERMASALAHAN
DAN PEMECAHANNYA
 
  Salah satu alasan mengapa ekonomi menarik untuk dipelajari adalah karena fenomena atau gejala ekonomi memang sangat akrab dengan kehidupan manusia. Disadari atau tidak, sejak manusia lahir, beranjak dewasa, bahkan hingga meninggal dunia sebenarnya tidak pernah terlepas dari masalah ekonomi. Akan tetapi,  kadang-kadang manusia tidak tahu apa arti ilmu ekonomi itu sendiri. Kita akan membahas tentang pengertian ilmu ekonomi dan berbagai permasalahan ekonomi serta upaya pemecahannya

 A. Pengertian dan Perkembangan Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi termasuk ke dalam kelompok ilmu-ilmu sosial. Ilmu ini satu rumpun dengan ilmu sosial lainnya seperti sosiologi, sejarah, geografi, agama, hukum dan sebagainya. Terbitnya buku karangan Adam Smith, The Wealth of Nations (kemakmuran bangsa-bangsa) pada tahun 1776 dianggap sebagai tonggak sejarah kelahiran ilmu ekonomi, suatu ilmu sosial modern yang kelak berkembang pesat sampai memperoleh julukan sebagai ‘ratu’ dari kelompok ilmu-ilmu sosial.
 Ilmu ekonomi sebenarnya telah mulai dirintis oleh para Merkantilis atau Kameralis (kaum pedagang) dan juga kaum fisiokratis di Prancis antara abad ke-16 dan 17. Merekalah orang-orang yang pertama kali memandang ekonomi sebagai hal yang bersifat otonom. Sebelumnya tidak ada ilmu ekonomi, betapapun besarnya perhatian mereka terhadap perdagangan, mata pencaharian, kekayaan, pembuatan uang logam dan pajak. Akan tetapi, pengakuan ilmu ekonomi sebagai cabang ilmu tersendiri baru diberikan pada abad ke-18 setelah munculnya Adam Smith dalam percaturan ekonomi.            Berbicara mengenai sejarah ilmu ekonomi, haruslah dicatat bahwa ilmu ini pada saat lahirnya pada tahun 1776, disebut ilmu ekonomi politik (political economy) dan bukan ilmu ekonomi (economics). Ilmu ekonomi politik adalah suatu ilmu kemasyarakatan modern yang membahas hubungan antara proses-proses politik dan ekonomi. Perubahan nama ekonomi politik menjadi nama ilmu ekonomi baru terjadi pada tahun 1890 pada saat Alfred Marshal, seorang ahli ekonomi dari Universitas Cambridge, Inggris menerbitkan karyanya “The Principles of Economics”.
Dalam perkembangannya, aliran ekonomi yang dikemukakan oleh Adam Smith kemudian dikenal dengan nama ‘aliran (mazhab) ekonomi klasik’ atau aliran pertama dari ilmu ekonomi modern. Aliran ekonomi klasik menginginkan diberlakukannya hukum alamiah (natural law) yang menghendaki kebebasan dan pengembangan individualisme. Menurut Smith, kalau setiap orang diberi kebebasan untuk mengembangkan diri dalam mencapai keinginan dan motif pribadinya, maka masyarakat secara keseluruhan akan mencapai kesejahteraan/kemakmuran. Semangat ini kemudian menjiwai sistem ekonomi kapitalisme yang berkembang pesat ke seluruh dunia sejak akhir abad ke-18 sampai sekarang.
Xenophon (440-355 SM), salah seorang murid Socrates, menyatakan bahwa secara etimologis (menurut asal kata), kata ekonomi berasal dari Bahasa Yunani, Oikonomia yang merupakan gabungan dari dua kata, yaitu dari kata oikos yang berarti rumah tangga, dan nomos yang berarti aturan, kaidah, atau pengelolaan. Jadi, dalam pengertian yang sangat sempit dan sederhana ekonomi berarti aturan-aturan, kaidah-kaidah atau cara pengelolaan suatu rumah tangga. Akan tetapi, secara istilah terdapat pengertian yang cukup beraneka ragam. 
Beberapa pendapat para ahli mengenai definisi ilmu ekonomi.

q  Paul A. Samuelson (1995) mendefinsikan ekonomi sebagai studi tentang bagaimana masyarakat memilih penggunaan sumberdaya produktif langka yang memiliki beberapa alternatif penggunaan untuk menghasilkan berbagai barang dan jasa dan mendistribusikannya kepada berbagai kelompok.

q  Lionel Robbins, seperi dikutip oleh Roekmono Markam (1994) mendefinisikan ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari perilaku manusia sebagai hubungan antara tujuan dan alat pemenuhan kebutuhan yang terbatas yang mempunyai alternatif penggunaan.

q  Alfred Marshall, dalam bukunya dalam bukunya Principles of Economics, seperti dikutip Mubyarto (1987) mendefinisikan ilmu ekonomi sebagai suatu studi tentang manusia dalam kehidupannya sehari-hari yang mempelajari tindakan individu atau kelompok yang berkaitan erat dengan pencapaian dan pemenuhan alat kebutuhan materiil bagi kesejahteraannya.

q  Menurut Dominick Salvatore dan Eugene A. Diulio (2004), “Ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari individu-individu dan organisasi yang terlibat dalam produksi, konsumsi dan distribusi barang dan jasa.”

Definisi yang lebih populer yang sering digunakan untuk menerangkan ilmu ekonomi adalah sebagai berikut.


 
Ekonomi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang khusus mempelajari cara-cara yang dilakukan manusia dalam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang relatif tidak terbatas dengan menggunakan sumberdaya yang relatif terbatas (langka).

 B. Ilmu Ekonomi dan Kelangkaan

Untuk menjaga kelangsungan hidupnya manusia harus memenuhi berbagai macam kebutuhan. Hal ini sudah menjadi sifat dasar manusia sebagai makhluk ekonomi (homo economicus), dalam upaya meningkatkan kesejahteraan atau kemakmuran. Untuk memperoleh semua kebutuhannya, jelas merupakan hal yang tidak mungkin, karena adanya keterbatasan sumber daya yang tersedia. Dan, dari sinilah inti masalah ekonomi akan muncul.
Inti dari ilmu ekonomi terletak pada fakta adanya kelangkaan (scarcity), yaitu adanya kebutuhan manusia yang relatif tidak terbatas di satu sisi, dan alat pemuas kebutuhan manusia relatif terbatas di sisi lain. Karena sumber daya di dunia ini terbatas, manusia harus mempelajari bagaimana membuat pilihan atas barang dan jasa yang tersedia, bagaimana komoditas yang berbeda diproduksi dan ditetapkan harganya, dan untuk siapa barang dan jasa tersebut ditujukan.
Kelangkaan mencakup kuantitas, kualitas, tempat dan waktu. Sesuatu dikatakan tidak langka kalau jumlah/kuantitas yang tersedia sesuai dengan kebutuhan, berkualitas baik, tersedia di mana saja (di setiap tempat) dan kapan saja (waktu) dibutuhkan. Adanya kelangkaan disebabkan oleh beberapa hal antara lain:

1)     Terbatasnya jumlah pemuas kebutuhan yang disediakan alam. Sebagian dari alat pemuas kebutuhan manusia yang terdapat di alam dapat langsung dipakai, tetapi jumlahnya sangat terbatas dan sebagian lagi memerlukan proses produksi yang memerlukan biaya, teknologi dan pengetahuan yang memadai.
2)     Adanya eksploitasi manusia terhadap sumber daya alam yang mengakibatkan kerusakan. Misalnya penebangan hutan yang tidak disertai dengan upaya-upaya perbaiakan atau penanaman kembali.
3)     Keterbatasan kemampuan manusia untuk mengolah sumber daya alam. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi atau karena kurangnya modal.
4)     Peningkatan kebutuhan manusia yang semakin cepat melebihi kemampuan penyediaan sarana kebutuhan. Misalnya, pemerintah bekerjasama dengan pengusaha telah berusaha untuk memberikan fasilitas penyediaan rumah murah melalui kredit pemilikan rumah. Tetapi karena pertambahan penduduk sangat cepat, mengakibatkan tidak semua kebutuhan penduduk dalam memiliki rumah dapat terlayani.

Beberapa unsur penting yang perlu mendapat perhatian dari penjabaran ilmu ekonomi adalah:
  1. Adanya kebutuhan manusia yang tidak terbatas.
  2. Adanya sarana pemuas kebutuhan yang terbatas.
  3. Adanya usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
  4. Penggunaan alat pemuas kebutuhan untuk berbagai tujuan bersifat alternatif.

Apa saja sebenarnya yang menjadi kebutuhan dan sarana pemenuhan kebutuhan manusia itu? Kita akan membahasnya dari berbagai aspek yang berbeda.

C. Kebutuhan dan Ketersediaan Alat Pemuas Kebutuhan

1.      Pengertian Kebutuhan
Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia untuk mencapai kesejahteraan, yang bisa diperoleh dengan memiliki atau menikmati suatu barang atau jasa. Kebutuhan manusia mencerminkan adanya perasaan kekurangan yang ingin dipenuhi dalam diri manusia yang muncul secara alamiah untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

2.      Jenis-Jenis Kebutuhan
Kebutuhan manusia sangat banyak dan beragam, namun, secara garis besar dapat dibagi ke dalam empat kelompok, sebagai berikut.

1) Berdasarkan Intensitas Kegunaannya

Berdasarkan intensitas kegunaannya, kebutuhan dibagi menjadi tiga macam, yatu:

a. Kebutuhan Primer
Kebutuhan primer adalah kebutuhan utama yang harus dipenuhi agar manusia dapat mempertahankan hidupnya. Dengan kata lain, kebutuhan primer adalah kebutuhan yang tidak boleh tidak harus dipenuhi agar manusia tetap hidup. Karena muncul secara alami, maka kebutuhan primer disebut juga ‘kebutuhan alamiah’. Yang termasuk ke dalam kebutuhan primer adalah kebutuhan untuk makan, minum, pakaian dan tempat tinggal.

b. Kebutuhan Sekunder
Setelah manusia dapat memenuhi kebutuhan utamanya, manusia juga masih memerlukan kebutuhan lain yang bersifat sebagai pelengkap. Kebutuhan ini disebut sebagai kebutuhan sekunder, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan sekunder diantaranya kebutuhan terhadap peralatan rumah tangga, meja, kursi, buku, alat tulis, minyak wangi dan lain-lain.

c. Kebutuhan Tersier
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang harus dipenuhi seteleh kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Pada dasarnya, kebutuhan tersier adalah kebutuhan manusia terhadp barang-barang dan jasa yang tergolong mewah (lux), seperti mobil mewah, kapal pesiar, jet pribadi, wisata ke luar negeri dan lain-lain.        
Pembagian kebutuhan sangat ditentukan oleh kondisi masyarakat suatu daerah atau negara. Sebagai contoh, bagi penduduk suatu daerah atau negara yang masih terbelakang, kebutuhan akan motor atau mobil mungkin merupakan kebutuhan mewah. Akan tetapi, bagi penduduk daerah atau negara yang memiliki standar hidup tinggi, kebutuhan terhadap motor atau mobil mungkin hanya merupakan kebutuhan sekunder saja.

2) Berdasarkan Sifatnya
Berdasarkan sifatnya, kebutuhan manusia dibagi menjadi kebutuhan jasmani dan kebutuhan ruhani.

a.      Kebutuhan Jasmani
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan keadaan jasmani atau fisik seseorang. Yang termasuk ke dalam kebutuhan jasmani antara lain pakaian, makanan, minuman, obat-obatan, vitamin dan kebutuhan lain-lain yang berhubungan dengan usaha manusia untuk memelihara fisiknya.

b.      Kebutuhan Rohani
Selain kebutuhan jasmani, jenis kebutuhan lain yang juga penting adalah kebutuhan rohani atau kebutuhan yang bersifat kejiwaan. Jika kebutuhan ini terpenuhi maka akan diperoleh adanya kepuasan. Termasuk kebutuhan rohani adalah kebutuhan untuk rekreasi, mendengarkan musik, menonton film atau sinetron, mendengarkan ceramah keagamaan dan lain-lain.

3) Berdasarkan Waktu Pemenuhannya
Berdasarkan waktunya, kebutuhan dibedakan menjadi kebutuhan sekarang dan yang akan datang.

a. Kebutuhan Sekarang
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang pemenuhannya tidak dapat ditunda-tunda lagi atau harus dipenuhi pada saat ini juga. Yang termasuk ke dalam kebutuhan ini adalah kebutuhan orang yang lapar terhadap makan, kebutuhan orang sakit terhadap obat-obatan atau pergi ke rumah sakit dan lain-lain.

b. Kebutuhan yang Akan Datang
Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat ditunda atau pemenuhannya dilakukan di kemudian hari. Kebutuhan ini berhubungan dengan persediaan atau persiapan untuk waktu yang akan datang. Contoh kebutuhan ini antara lain kebutuhan perlengapan bayi untuk ibu yang sednag mengandung, tabungan untuk persiapan melanjutkan pendidikan atau untuk membangun rumah, dana pensiun untuk jaminan hari tua dan lain-lain.


4) Berdasarkan Subjeknya
Menurut subjeknya, kebutuhan dibedakan menjadi kebutuhan individu dan kebutuhan kelompok.

a.      Kebutuhan Perorangan atau Individual
Kebutuhan individu atau kebutuhan perorangan adalah kebutuhan yang mencakup hal-hal yang diperuntukkan bagi perorangan. Kebutuhan ini akan berbeda untuk setiap orang atau sangat tergantung kepada profesi orang yang bersangkutan. Misalnya seoarang siswa membutuhkan buku dan alat tulis, petani memerlukan pupuk, cangkul, bajak dan lain-lain.

b.      Kebutuhan Kelompok atau Kolektif
Kebutuhan kelompok adalah kebutuhan yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat atau publik secara bersama-sama. Misalnya jembatan, jalan raya, rumah sakit, tempat rekreasi dan lain-lain.


3.      Hal-Hal yang Mempengaruhi Kebutuhan
Kebutuhan setiap orang dapat berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Beberapa hal yang mempengaruhinya antara lain adalah:

a. Keadaan Alam atau Lingkungan
Keadaan alam akan mempengaruhi kebutuhan manusia. Sebagai contoh, orang yang tinggal di daerah pegunungan akan berbeda kebutuhannya dengan orang yang tinggal di daerah pantai, begitu juga orang yang tinggal di daerah atau negara  beriklim tropis akan berbeda dengan orang yang tinggal di daerah atau negara yang yang memiliki emapt musim. Bagi yang tinggal didaerah dingin pakaian tebal lebih dibutuhkan daripada orang yang tinggal di daerah panas.

b. Agama
Agama atau keyakinan akan menyebabkan kebutuhan setiap orang menjadi berbeda-beda. Sebagai contoh, bagi orang Islam, kebutuhan akan gula dan tepung terigu sangat meningkat di bulan puasa, dan hal ini tidak berlaku bagi penganut agama lain. Bagitu pun sarana yang dibutuhkan untuk menjalankan ritual keagamaan akan menyebabkan perbedaan kebutuhan, misalnya bagi umat Islam kalau shalat pakai sajadah, dilarang makan daging babi, tidak makan minum di bulan puasa, bagi orang Hindu dilarang makan daging sapi, dan lain-lain.

c. Adat Istiadat
Adat istiadat atau tradisi akan mempengaruhi perbedaan kebutuhan setiap orang. Misalnya, bagi mayoritas orang Indonesia makanan pokoknya adalah nasi sedangkan bagi sebagian besar orang Eropa dan Amerika makanan pokoknya adalah roti. Adat perkawinan orang Sunda akan berbeda dengan orang Jawa atau pun orang Batak. Perbedaan-perbedaan tersebut akan menyebabkan kebutuhan yang berbeda-beda.

d. Peradaban
Peradaban merupakan salah satu faktor penyebab perbedaan kebutuhan. Semakin tinggi peradaban suatu masyarakat, akan semakin banyak dan semakin tinggi kualitas barang atau jasa yang dibutuhkan. Pada zaman nenek moyang kita, kebutuhan manusia masih sangat sederhana, misalnya, mereka hanya memerlukan pakaian yang terbuat dari kulit bintang atau dedaunan, makan dari hasil berburu atau tinggal di gua-gua. Di zaman modern seperti sekarang, hal seperti itu sudah tidak ada lagi. Manusia di zaman sekarang sudah mampu memakai pakaian yang semakin bervariasi, makan enak dan tinggal di rumah yang lebih baik atau bahkan tinggal di apartemen-apertemen mewah.

4. Alat atau Sarana Pemuas Kebutuhan

Kebutuhan manusia yang tidak terbatas dapat berupa barang (benda) dan jasa. Barang adalah alat pemuas kebutuhan manusia yang berwujud serta dapat dilihat atau diraba, sedangkan jasa adalah alat pemuas kebutuhan manusia yang yang tidak berwujud (abstrak). Keduanya, baik barang atau jasa merupakan alat atau sarana pemuas kebutuhan manusia.

5. Macam-Macam Sarana Pemuas Kebutuhan
Benda atau sarana pemuas kebutuhan dapat dibedakan menurut cara memperolehnya, berdasarkan kegunaannya dan  berdasarkan proses pembuatannya.

1) Berdasarkan Cara Memperolehnya
Berdasarkan cara memperolehnya, sarana pemuas kebutuhan dibedakan atas:

a.      Barang Ekonomis
Barang ekonomis adalah sarana pemuas kebutuhan yang pada umumnya berjumlah terbatas, dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi. contoh pakaian, makanan, rumah dan lain-lain.
Barang ekonomis dapat dibedakan lagi menjadi barang konsumsi dan barang produksi. Barang konsumsi adalah barang-barang yang dapat secara langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia baik yang tahan lama (seperti pakaian, perabot rumah tangga, kendaraan) maupun yang tidak tahan lama (seperti bahan bakar, makanan, obat-obatan). Sedangkan barang produksi adalah barang yang secara tidak langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, karena harus mengalami beberapa proses produksi, misalnya bahan baku, mesin-mesin dan lain-lain.

b.      Barang Bebas
Barang bebas adalah sarana pemuas kebutuhan yang diberikan oleh alam yang jumlahnya melimpah, sehingga untuk memperolehnya tidak diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi. Yang termasuk ke dalam barang ekonomis, antara lain udara, sinar matahari, air bersih dan lain-lain. Karena jumlahnya yang melimpah, maka barang bebas sering pula disebut sebagai barang non ekonomis. Akan tetapi, barang bebas dapat berubah menjadi barang ekonomis, sebagai contoh air bersih di daerah perkotaan umumnya diperoleh melalui jasa perusahaan air minum (PAM) atau tukang air keliling.

2) Berdasarkan Kegunaan atau Hubungannya dengan Barang Barang Lain

Menurut kegunaan atau hubungannya dengan barang lain, sarana pemuas kebutuhan dibedakan menjadi barang substitusi dan barang komplementer.


a. Barang Substitusi
Barang substitusi adalah barang yang mempunyai kegunaan untuk menggantikan barang lain. Misalnya bus dapat digantikan angkutan kereta api, beras dapat diganti dengan jagung dan lain-lain.

b. Barang Komplementer

Barang komplemnter adalah barang yang memiliki kegunaan untuk melengkapi barang lain. Barang itu akan bermanfaat dalam memnuhi kebutuhan manusia, jika digunakan secara bersama-sama. Contoh kopi dan gula, bensin dengan kendaraan, tinta dengan pena dan lain-lain


3) Berdasarkan Proses Produksinya
Berdasarkan proses produksinya, barang atau sarana pemuas kebutuhan terbagi atas:

a. Barang Mentah
Barang mentah adalah barang yang belum mengalami proses produksi (pengolahan), contoh kapas, tembakau, kayu dan berbagai bahan baku lainnya.

b. Barang Setengah Jadi
Barang setengah jadi adalah barang yang sudah mengalami proses produksi, tetapi belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia secara sempurna. Sebagai contoh kapas menjadi benang, kayu menjadi papan, dan gandum menjadi tepung,

c. Barang Jadi

Barang jadi adalah barang sarana pemuas kebutuhan manusia uyang sudah mengalami prose peoduksi secara tuntas atau sempurna dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Contohnya adalah pakaian, buku, kusi, meja dan lain-lain.


 

F. Masalah-Masalah Pokok dalam Ilmu Ekonomi

Sebelum sampai kepada masalah pokok ekonomi yang dihadapi oleh manusia. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, terdapat inti masalah ekonomi. Inti masalah ekonomi muncul pada saat kebutuhan manusia yang tidak terbatas berhadapan dengan sumberdaya/faktor produksi yang terbatas. Kelangkaan adalah persoalan mendasar yang terdapat dalam setiap masyarakat.
Paul A. Samuelson (1995), seorang ahli ekonomi dari Universitas Harvard mengemukakan tiga persoalan pokok yang dihadapi dalam perekonomian, yaitu:
a)      Barang dan jasa apa yang akan diproduksi dan berapa banyak (what)? Hal ini menunjuk pada barang dan jasa yang harus diproduksi dalam perekonomian. Karena sumber daya (faktor produksi)  bersifat langka, tidak ada perekonomian yang dapat memproduksi barang dan jasa sebanyak yang diinginkan oleh semua anggota masyarakat. Tambahan satu barang atau jasa tertentu biasanya berarti penurunan barang dan jasa lainnya. Oleh karenanya, setiap masyarakat harus memilih secara tepat barang dan jasa mana yang harus diproduksi dan berapa banyak masing-masing diproduksi.

b)     Bagaimana dan oleh siapa barang/jasa diproduksi (how)?
        Hal ini mengacu pada pilihan kombinasi faktor produksi dan teknik tertentu untuk digunakan dalam proses produksi barang dan jasa. Karena barang dan jasa biasanya dapat diproduksi dengan kombinasi faktor produksi dan teknik yang berbeda, timbul persoalan tentang kombinasi dan teknik mana yang akan digunakan. Selain itu, karena sumber daya dalam setiap perekonomian bersifat langka, masyarakat menghadapi persoalan memilih teknik yang memungkinkan biaya produksi terendah untuk memproduksi setiap unit barang dan jasa yang diinginkan.
c)      Untuk siapa barang dan jasa itu diproduksi (for whom)? Hal ini menunjuk pada bagaimana output total dibagi antarkonsumen yang berbeda. Karena adanya kelangkaan sumber daya dalam setiap perekonomian, maka tidak ada masyarakat yang dapat memuaskan semua keinginannya.

Dari beberapa masalah pokok tersebut, manusia dihadapkan pada pilihan (alternative choice). Misalnya, pilihan dalam penggunaan sumber daya atau faktor produksi. Jawaban atas pertanyaan-pertnyaan di atas akan menentukan sistem yang dipakai dalam suatu perekonomian. Sebelum kita membahas berbagai sistem ekonomi yang berlaku di dunia. Terlebih dulu kita akan membahas mengenai sikap rasional pelaku ekonomi dalam menghadapi kelangkaan.

G. Sikap Rasional dalam Menghadapi Kelangkaan Sumber Daya

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, inti masalah ekonomi adalah adanya kelangkaan atau terbatasnya sumber daya ekonomi. Seandainya sumber daya tidak terbatas, tentu tidak pernah akan ada persoalan dalam pembagian atau alokasi sumber daya. Karena adanya kelangkaan sumber daya, kemudian timbul tindakan ekonomi yang didasari oleh motif ingin memperoleh hasil atau keuntungan dengan bersandar pada prinsip ekonomi, yaitu usaha manusia dengan pengorbanan tertentu diharapkan mendapatkan hasil yang maksimal atau usaha untuk mendapatkan hasil tertentu dengan pengorbanan yang minimal. Dengan demikian, untuk mendapatkan kebutuhannya, manusia harus mengeluarkan atau mengorbankan sesuatu sebagai penggantinya. Dalam ekonomi pengorbanan ini pada umumnya berupa uang atau sejenisnya, dan sering disebut juga sebagai biaya. Jadi, biaya dapat diartikan sebagai pengorbanan antara lain dapat berupa uang yang dikeluarkan untuk mengadakan (melakukan, mendirikan) sesuatu. Misalnya biaya digunakan untuk mendirikan rumah, biaya yang digunakan untuk membayar uang sekolah, dan lain-lain.
                Misalnya, sebuah keluarga sederhana memiliki sejumlah rencana pengeluaran  pada awal bulan, dengan rincian sebagai berikut.
-Biaya sekolah anak selama sebulan      : Rp 120.000
-Biaya konsumsi sehari-hari                      : Rp 300.000
-Biaya keperluan berobat                           : Rp 150.000
-Biaya Transportasi                                       : Rp 200.000
-Biaya lain-lain                                 : Rp 200.000
                                                                                                                 +
-Total biaya                                                       : Rp 970.000
Jumlah sebesar Rp 970.000 inilah yang dimaksud dengan biaya, karena adanya pengeluaran uang untuk melakukan suatu kegiatan.

Walter Nicholson (1995), menjelaskan beberapa konsep biaya. Ia membagi biaya ke dalam tiga konsep yang berbeda, yaitu:
a.       Konsep biaya oportunitas, atau yang sering juga disebut sebagai biaya sosial, adalah pendapatan bersih yang dikorbankan atau pengehamatan biaya yang tidak jadi diperoleh karena kita memilih alternatif lain. Misalnya, dengan sejumlah tenaga kerja, kayu, cat dan sebagainya kita dapat menghasilkan 15 meja sederhana. Tetapi pada kenyataannya kita memilih membuat sebuah lemari besar. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa oportunitas sebuah lemari besar sama dengan 15 meja sederhana.

b.       Konsep biaya ekonomi, menurut konsep ini, biaya dianggap sebagai pengeluaran yang sewajarnya untuk menghasilkan suatu barang dan jasa. Sebagai contoh untuk mengecat papan tulis umumnya diperlukan satu kaleng cat. Kalau pada kenyataannya dua kaleng yang habis, maka satu kaleng yang seharusnya tidak keluar, dianggap sebagai pemborosan.

c.       Konsep biaya akuntansi, biaya dalam konsep ini dianggap sebagai pengeluaran nyata/aktual, biaya perolehan, dan penyusutan serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan masalah pembukuan. Sebagai contoh, untuk mengecat sebuah papan tulis umumnya diperlukan satu kaleng cat. Kalau pada kenyataannya habis dua kaleng, maka dalam konsep biaya akuntansi tetap dicatat dua kaleng. (Coba Anda bandingkan dengan konsep biaya ekonomi).

Dalam kesempatan ini kita akan membahas lebih jauh mengenai konsep biaya oportunitas. Konsep biaya oportunitas relatif paling penting dalam ilmu ekonomi, karena timbulnya biaya ini berkaitan dengan adanya kelangkaan sumber daya atau faktor-faktor produksi.

1. Biaya Oportunitas (opportunity cost)
Dengan adanya keterbatasan sumber daya (faktor produksi), maka manusia harus memilih keputusan ekonomi yang rasional/menguntungkan dirinya, di mana pilihan ekonomi tersebut akan mengorbankan pilihan ekonomi lainnya, yang di dalam ilmu ekonomi dikenal dengan biaya oportunitas (opportunity cost). Setiap kali keputusan harus dibuat, di situ terkandung biaya oportunitas.
Dengan kata lain,


 
Biaya oportunitas dari suatu keputusan terjadi karena kita melakukan pilihan terhadap barang atau jasa dengan mengorbankan barang atau jasa lain. Biaya oportunitasnya adalah nilai dari barang dan jasa yang dilepaskan.

Dalam kasus misalnya haruskah kita melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi atau mencoba bekerja? atau haruskah kita berlibur ke tempat wisata atau membeli komputer?
Dalam kejadian diatas terdapat pilihan yang telah memaksa kita mengorbankan kegiatan alternatif, yang sesungguhnya telah menyebabkan kita kehilangan kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang lain. Dengan kata lain, biaya oportunitas dapat diartikan sebagai nilai alternatif terbaik yang hilang (dikorbankan).
Untuk dua pilihan, misalnya haruskah kita melanjutkan sekolah atau bekerja setelah tamat SMA. Jika kita memilih bekerja daripada melanjutkan sekolah, maka biaya oportunitasnya adalah hilangnya kesempatan anda untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Anggaplah setelah lulus SMA kalian bekerja dan menerima upah sebesar Rp 500.000,00 per bulan. Dengan demikian, seandainya kita kuliah ke perguruan tinggi, nilai yang hilang setahun adalah Rp 500.000,00 x 12 =  Rp 6.000.000,00. Untuk sampai tamat kuliah dengan asumsi masa perkuliahan yang ditempuh adalah 5 tahun, maka pendapatan yang dikorbankan adalah Rp 30.000.000,00.  Inilah besarnya biaya oportunitas anda dengan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dibandingkan dengan mencari pekerjaan setelah lulus SMA.
Contoh nyata lain yang berkaitan dengan konsep biaya oportunitas adalah apabila seseorang memiliki mata pencaharian sebagai seorang nelayan, maka pada saat yang sama ia sebenarnya telah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari pekerjaan di sektor lain misalnya dari usaha bertani, berdagang, atau kegiatan produktif lainnya.

2. Pengalokasian Sumber Daya yang Menguntungkan
Dihadapkan pada adanya kelangkaan sumber daya yang terbatas, suatu perekonomian harus memanfaatkan sumber daya yang terbatas itu sebaik mungkin. Masyarakat harus memilih yang terbaik dari sekian banyak kemungkinan komposisi barang dan jasa yang harus dihadirkan (what), mencari teknik dan metode produksi yang paling baik (how), dan memutuskan siapa yang berhak memperoleh barang dan jasa (for whom). Sehingga diperlukan adanya pengalokasian sumber daya yang terbatas agar dapat memberikan keuntungan maksimum bagi para pelaku ekonomi.
                Para ahli ekonomi menjelaskan pengalokasian sumber daya ini diantaranya dengan menggunakan konsep ‘batas kemungkinan poduksi’ (production possibility frontier/PPF). Batas kemungkinan produsi menunjukkan jumlah maksimum alternatif kombinasi barang dan jasa yang dapat diproduksi oleh sebuah masyarakat pada suatu waktu ketika sumber-sumber daya ekonomi dan teknologi didayagunakan sepenuhnya.
                Kurva batas kemungkinan produksi tidak hanya menggambarkan kapabilitas produksi yang terbatas dan masalah kelangkaan, namun juga mencerminkan konsep biaya oportunitas (opportunity cost). Sebagai ilustrasi pengalokasian tersebut dicontohkan oleh suatu perekonomian yang menggunakan seluruh sumber dayanya untuk memproduksi makanan dan memproduksi mesin di sisi lain. Contoh diatas merupakan dua kemungkinan ekstrim. Diantara dua kemungkinan ini masih banyak terdapat banyak kemungkinan lain.
               
Asumsi atau pemisalan yang digunakan adalah:
  1. Sumber daya menghasilkan dua macam produk (dalam hal ini makanan dan pakaian)
  2. Menggunakan teknologi yang berlaku
  3. Seluruh sumber daya digunakan secara penuh

Berbagai kemungkinan tersebut terlihat dalam tabel dibawah ini:

Tabel 1.1
Alternatif Kemungkinan Produksi
Kemungkinan
Makanan
(ribuan unit)
Pakaian
(ribuan unit)
A
B
C
D
E
F
15
14
12
9
5
0
0
1
2
3
4
5

Dalam memilih apa saja yang diproduksi, para pembuat keputusan memiliki pilihan untuk memproduksi. Ketika sebuah perekonomian terletak pada batas kemungkinan produksi, seperti pada titik A, produksi makanan dapat ditingkatkan hanya dengan menurunkan output pakaian. Seandainya kita mengambil pilihan A, maka semua sumber daya kita pergunakan untuk menghasilkan makanan (15.000 unit), sedangkan pakaian sama sekali tidak diproduksi. Sebaliknya, jika kita mengambil pilihan F maka semua sumber daya dipergunakan seluruhnya untuk memproduksi pakaian (5.000 unit), sedangkan makanan samasekali tidak diproduksi.
Pilihan A dan F disebut pilihan ekstrim, yang berarti pilihan yang sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Sebab tidak mungkin orang hanya membutuhkan makanan saja, atau hanya pakaian saja. Maka pilihan B, C, D dan E adalah kombinasi diantara A dan F yang rasional. Untuk bergerak dari alternatif D (9.000 makanan dan 3.000 pakaian) ke alternatif C (12.000 makanan dan 2.000 pakaian), biaya oportunitas tambahan 3.000 unit makanan adalah berkurangnya 1.000 unit pakaian).

                Kurva batas kemungkinan produksinya terlihat dibawah ini.



 


                     
Gambar 1.1
Batas Kemungkinan  Produksi atau Kurva Transformasi


Kurva ini memperlihatkan jumlah produksi maksimum yang bisa dicapai oleh sebuah perekonomian. Selain itu, kurva ini juga menggambarkan daftar pilihan yang tersedia bagi masyarakat untuk memproduksi barang atau jasa pada jumlah sumber daya dan tingkat teknologi tertentu.
Batas kemungkinan produksi (PPF) ini disebut juga sebagai kurva transformasi, karena memperlihatkan bagaimana suatu jenis barang tertentu dapat dialihkan pada barang lain, dengan memindahkan sumber daya dari produksi barang tersebut ke produksi barang lain.        
Titik G yang berada di luar batas tidak mungkin bisa dicapai, sedangkan setiap titik di dalam garis batas, seperti titik H, memperlihatkan sumber daya yang tidak dimanfaatkan sepenuhnya dengan cara yang terbaik.
                Jika perekonomian memproduksi kedua barang tersebut pada sepanjang garis batas kemungkinan produksi, maka dapat dikatakan bahwa perekonomian berjalan secara efisien.   efisiensi diartikan sebagai penggunaan sumber daya ekonomi secara efektif untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat. Efisiensi produksi terjadi bila produksi barang tertentu tidak dapat ditingkatkan lagi tanpa mengurangi produksi barang lain, yaitu selama perekonomian masih berada pada garis batas kemungkinan produksi.

                Akhirnya, kita dapat menyimpulkan bahwa batas kemungkinan produksi mengungkapkan tiga konsep, yaitu keterbatasan (scarcity), pilihan (choice) dan biaya oportunitas (cost opportunity). Keterbatasan ditunjukkan oleh kombinasi-kombinasi yang tidak bisa dicapai di atas garis batas; pilihan ditunjukkan oleh kebutuhan untuk memilih dari sekian titik-titik alternatif yang bisa dicapai sepanjang garis batas; dan biaya oportunitas diperlihatkan oleh kemiringan batas tersebut ke kanan bawah, artinya satu jenis barang bisa diproduksi lebih banyak hanya jika barang lain diproduksi lebih sedikit.

 H. Sistem-Sistem Ekonomi
Kelangkaan dalam sumber daya ekonomi yang menimbulkan masalah ekonomi seperti dijelaskan diatas, akan melahirkan tindakan untuk memecahkannya. Suatu negara memiliki cara tersendiri dalam memecahkan permasalahan ekonomi negaranya, yang kemudian disebut dengan sistem ekonomi.
Secara sederhana, sistem ekonomi didefinisikan sebagai cara pengorganisasian satuan ekonomi untuk membuat keputusan-keputusan mengenai berbagai masalah ekonomi masyarakat. Gregory Grossman dalam bukunya Economic Systems seperti dikutip Prathama Rahardja dan Mandala Manurung (2004) mengemukakan pengertian sistem ekonomi sebagai berikut.

Sekumpulan komponen atau unsur-unsur yang terdiri atas unit-unit dan lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi, melainkan juga sampai tingkat tertentu saling menopang dan mempengaruhi.

Dengan demikian, komponen-komponen tersebut memiliki hubungan fungsional yang dapat menjadi alat koordinasi alokasi sumber daya ekonomi.
Pertimbangan nilai tentang apa yang dianggap oleh masyarakat sebagai sesuatu yang paling baik menuntun ke arah timbulnya berbagai perbedaan dalam penerapan sistem ekonomi di berbagai negara.Tidak ada sistem ekonomi yang secara mutlak lebih baik daripada sistem lainnya. Setiap sistem memiliki kekuatan dan kelamahannya sendiri. Perbedaan mengenai sistem mana yang paling baik mungkin sekedar mengungkapkan perbedaan penekanan pada hasil tertentu. Misalnya, orang Amerika menganggap sistem ekonomi merekalah yang membuat standar hidup mereka lebih tinggi daripada sistem ekonomi lainnya. Akan tetapi, belum tentu sistem ekonomi yang diterapkan di Amerika ini sesuai untuk negara seperti Indonesia, Cina, atau India.

Pada dasarnya terdapat tiga sistem ekonomi di dunia, yaitu:

1.      Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi yang dilakukan secara turun temurun dan menggunakan faktor produksi yang sederhana dan terbatas.
Beberapa karakteristik sistem ekonomi tradisional antara lain adalah:
a)      Tujuan produksi tidak terlalu dimotivasi untuk mencari keuntungan.
b)     Skala produksi masih sangat kecil, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
c)      Kelebihan produksi ditukarkan (barter) dengan produksi dari unit ekonomi lain.
d)     Pembagian kerja masih sangat terbatas dan umumnya dilakukan atas dasar turun temurun. Keluarga petani biasanya dilarang untuk mengembangkan keahliannya di bidang non pertanian karena dianggap melawan takdir.

1). Keuntungan sistem ekonomi tradisional:
a)      Setiap individu termotivasi untuk menjadi produsen
b)     Pertukaran secara barter umumnya dilandasi oleh kejujuran karena tidak mencari keuntungan.
c)      Melalui barter akan terjalin hubungan yang lebih akrab.

2). Kerugian sistem ekonomi tradisional:
a)      Begitu banyaknya kendala non teknis, khususnya kepercayaan kepada takdir, akan menghambat motivasi para pelaku ekonomi kelas bawah untuk untuk memperbaiki nasib mereka.
b)     Tingkat produksi rendah, sehingga perekonomian statis.
c)      Rendahnya inovasi dan produktivitas telah menyebabkan kesenjangan pendapatan yang makin besar, karena sebagian besar hasil perekonina hanya dinikmati oleh tuan tanah atau bangsawan.

Oleh karena itu, sistem ekonomi ini tidak dapat diharapkan untuk membangun perekonomian modern.

2.      Sistem Ekonomi Pasar
Sistem ekonomi pasar atau disebut juga sistem ekonomi kapitalisme adalah sistem ekonomi di mana sektor perekonomian diserahkan sepenuhnya pada permintaan dan penawaran di masyarakat (mekanisme pasar). Dengan kata lain, peran pemerintah dibatasi seminimal mungkin dalam kegiatan perekonomian. Sesuai dengan doktrin laissez faire—biarkan segala sesuatu berjalan sendiri—yang digagas oleh Adam Smith, dalam sistem ekonomi pasar dinyatakan bahwa kebebasan secara penuh kepada setiap individu akan membawa kemakmuran masyarakat.
Karakteristik sistem ekonomi pasar, antara lain:
a)      Sarana produksi terutama modal oleh individu atau perusahaan swasta.
b)     Kegiatan produksi dilandasi oleh semangat mencari keuntungan maksimal
c)      Munculnya persaingan antarpengusaha.
d)     Pemerintah tidak terlibat secara langsung dalam kegiatan ekonomi
e)      Kegiatan ekonomi diserahkan sepenuhnya kepada interkasi permintaan dan penawaran pasar (mekanisme pasar).
f)       Kebijakan pemerintah (terutama kebijakan fiskal) mempunyai pengaruh yang kuat terhadap redistribusi pendapatan di masyarakat.

1). Keuntungan sistem ekonomi pasar:
a)      Individu bebas mengatur sumber daya ekonomi hal ini mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
b)     Adanya semangat mencari keuntungan maksimal akan meningkatkan motivasi kerja, inovasi dan produktivitas kerja.
c)      Adanya persaingan sehat berdasarkan mekanisme pasar dapat mendorong kemajuan dalam usaha.
d)     Kecilnya peran pemerintah dapat menekan biaya birokrasi-birokrasi

2). Kerugian sistem ekonomi pasar, antara lain:
a)      Persaingan bebas telah menyebabkan makin memburuknya distribusi pendapatan. Bahkan sampai saat ini ketimpangan pendapatan merupakan ancaman serius bagi sistem ekonomi pasar.
b)     Dalam kenyataannya, kegiatan usaha dalam sistem ekonomi pasar akan mendorong terjadinya pertukaran (trade-off) antara tujuan efisiensi proses produksi dan kesejahteraan. Jika peningkatan efisiensi dilakukan dengan menggunakan teknologi padat modal, maka jumlah kesempatan kerja akan berkurang. Dalam jangka panjang hal ini akan mengurangi daya beli masyarakat karena banyaknya pengangguran. Banyaknya pengangguran akan mengurangi tingkat kesejahteraan.

Sebagian besar penganut sistem ekonomi pasar terdapat di negara-negara penganut paham politik liberal di negara-negara Eropa Barat, Amerika Serikat dan Jepang.

3.      Sistem Ekonomi Komando/Terpusat
Sistem ekonomi komando atau terpusat ialah sistem ekonomi di mana sektor perekonomian diserahkan sepenuhnya pada pemerintah. Dengan kata lain, peran individu dibatasi dalam kegiatan perekonomian.
Karakteristik sistem ekonomi komando/terpusat, antara lain:
a)      Penguasaan individu atas aset aset ekonomi sangat dibatasi, sehingga sebagian besar kepemilikan merupakan kepemilikan bersama.
b)     Peranan pasar sebagai alat alokasi sumber daya ekonomi ditekan seminimal mungkin.
c)      Peranan perencanaan ekonomi oleh negara sangat diandalkan.

1). Keuntungan sistem ekonomi komando/terpusat, antara lain:
a)      Mudahnya pengawasan pemerintah dalam kegiatan perekonomian.
b)     Negara bertanggung jawab penuh terhadap kegiatan perekonomian.
c)      Terjaminnya distribusi pendapatan antarlapisan masyarakat.

2). Kerugian sistem ekonomi komando, antara lain:
a)      Potensi, inisiatif dan kreativitas masyarakat tidak dapat berkembang.
b)     Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
c)      Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memanfaatkan sumber daya.

Sistem ekonomi komando/terpusat cenderung dipakai oleh negara-negara yang menganut ideologi sosialis atau komunis. Seperti Kuba, Cina pada masa Mao Zedong, Uni Soviet dan Negara-negara Eropa Timur sebelum era tahun 1990-an.              Dalam kenyataannya, tidak ada satu pun negara di dunia yang menganut sistem sistem ekonomi tersebut secara murni, maka lahirlah sisitem ekonomi yang keempat, yaitu:

4.       Sistem Ekonomi Campuran (mixed economy)
Sistem Ekonomi campuran ialah sistem ekonomi yang merupakan perpaduan antara sistem ekonomi pasar dan komando. Sistem ini mengadopsi semua kelebihan yang ada pada sistem pasar dan sosialisme, serta membuang semua kelemahan dari kedua sistem ekonomi tersebut. Semua negara di dunia sebenarnya menganut sistem ekonomi campuran ini.
                Di antara berbagai negara, derajat campuran ini berbeda-beda, dan sepanjang perjalanan waktu, derajat campuran tersebut terus mengalami perubahan. Indonesia, misalnya, sebagai sebuah negara nonkapitalis, sejak Orde Baru sampai sekarang mengandalkan perencanaan ekonomi dalam mencapai cita-cita masyarakat adil dan makmur. Akan tetapi, mekanisme pasar juga digunakan sebagai alat alokasi sumber daya, terutama untuk barang-barang privat (barang yang tidak dapat kita konsumsi secara bersama-sama tanpa saling merugikan, kebalikan dari barang publik).
               
 EVALUASI

A. PILIHLAH SALAH SATU JAWABAN YANG PALING TEPAT!


1.   Dalam perkembangannya, ilmu ekonomi dianggap sebagai disiplin ilmu tersendiri sejak ….
  1. abad pertengahan
  2. berakhirnya revolusi industri di Eropa
  3. zaman Yunani Kuno
  4. diterbitkannya karya Adam Smith
e.       zaman merkantilisme dan fisiokratis

2.  Suatu keadaan di mana kebutuhan yang tidak terbatas berhadapan dengan sumber daya yang terbatas, disebut …..
a.       Kesenjangan
b.      Kegunaan
c.       Kelangkaan
d.      Kemiskinan
e.       Kemakmuran

3.  Yang menyatakan bahwa kata ekonomi berasal dari Bahasa Yunani, adalah …..
a.       Aristoteles
b.       Socrates
c.       Xenophon
d.       Adam Smith
e.       Plato

4.   Studi tentang bagaimana masyarakat memilih penggunaan sumberdaya produktif langka dengan  beberapa alternatif penggunaan untuk menghasilkan barang dan jasa, adalah pengertian ekonomi menurut ….
a.       Paul A. Samuelson
b.       David Ricardo
c.       Alfred Marshall
d.       Lionel Robbins
e.       Richard G. Lipsey

5.  Menurut Paul Samuelson, terdapat tiga permasalahan utama yang dihadapi dalam perekonomian, yaitu ….
a.       kapan, di mana, dan bagaimana memproduksi barang dan jasa
b.       apa, bagaimana dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi
c.       apa, bagaimana dan mengapa memproduksi barang dan jasa
d.       apa, di mana dan mengapa memproduksi barang dan jasa
e.       semua jawaban benar

6.   Jumlah sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan manusia bersifat …..
a.       Langka atau terbatas dibandingkan dengan kebutuhan
b.      Bebas dan dapat dieksploitasi sesuai dengan kebutuhan
c.       Cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
d.      Melimpah, karena merupakan benda potensial yang dapat diusahakan
e.       Hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mendesak

7.   Beberapa penyebab kelangkaan sumber daya antara lain, kecuali ….
a.       Terbatasnya jumlah pemuas kebutuhan yang disediakan alam
b.       Adanya eksploitasi manusia terhadap sumber daya alam
c.       Keterbatasan kemampuan manusia untuk mengolah sumber daya alam
d.       Adanya upaya-upaya penelitian dan pengembangan sumber daya alam 
e.       Peningkatan kebutuhan manusia yang semakin cepat melebihi kemampuan penyediaan sarana kebutuhan

8.  Adanya keterbatasan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan mendorong menusia untuk …..
a.       Memanfaatkan kesempatan
b.       Bekerja keras
c.       Bertindak rasional
d.       Bermotif ekonomis
e.       Bertindak sangat hemat

9.  Berdasarkan sifatnya kebutuhan manusia dibagi menjadi …..
a.       Kebutuhan primer, sekunder dan tersier
b.       Kebutuhan jasmani dan ruhani
c.       Kebutuhan sekarang dan akan datang
d.       Kebutuhan individu dan kolektif
e.       Kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang

10.  Berdasarkan intensitas kegunaannya, kebutuhan dibagi menjadi …..
a.       Kebutuhan primer, sekunder dan tersier
b.       Kebutuhan jasmani dan ruhani
c.       Kebutuhan sekarang dan akan datang
d.       Kebutuhan individu dan kolektif
e.       Kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang

11.  Menurut subjeknya, kebutuhan dibedakan menjadi …..
a.       Kebutuhan primer, sekunder dan tersier
b.       Kebutuhan jasmani dan ruhani
c.       Kebutuhan sekarang dan akan datang
d.       Kebutuhan individu dan kolektif
e.       Kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang

12. Beberapa hal yang menyebabkan perbedaan kebutuhan manusia, kecuali ….
a.       keadaan alam
b.       adat istiadat
c.       peradaban
d.       agama
e.       warna kulit

13. Berdasarkan kegunaan atau hubungannya dengan barang lain, sarana pemuas  kebutuhan manusia dibedakan menjadi ….
a.       Barang substitusi dan komplementer
b.       Barang ekonomis dan bebas
c.       Barang produksi dan konsumsi
d.       Barang mentah, setengah jadi dan barang jadi
e.       Barang tahan lama dan tidak tahan lama

14. Berdasarkan kegunaan atau hubungannya dengan barang lain, sarana pemuas kebutuhan manusia dibedakan menjadi …..
a.       Barang substitusi dan komplementer
b.       Barang ekonomis dan bebas
c.       Barang produksi dan konsumsi
d.       Barang mentah, setengah jadi dan barang jadi
e.       Barang tahan lama dan tidak tahan lama

15. Biaya yang dikeluarkan karena karena kita melakukan pilihan terhadap barang atau jasa dengan mengorbankan barang atau jasa lain, disebut …..
a.       biaya ekonomi
b.       biaya akuntansi
c.       biaya produksi
d.       biaya alternatif
e.       biaya alokasi

16. Pengeluaran secara nyata/aktual, biaya perolehan, dan penyusutan serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan masalah pembukuan, termasuk ke dalam konsep …..
a.       biaya ekonomi
b.       biaya akuntansi
c.       biaya produksi
d.       biaya alternatif
e.       biaya alokasi

17. Kurva yang menggambarkan jumlah produksi maksimum yang bisa dicapai oleh sebuah perekonomian pada jumlah sumber daya dan tingkat teknologi tertentu, disebut …..
a.       kurva batas kesempatan produksi
b.       kurva batas kemungkinan konsumsi
c.       kurva transformasi
d.       kurva batas kemungkinan produksi
e.       jawaban c dan d benar
18. Perhatikan gambar berikut ini.


 
Barang Y
                            K
            8           L
6                      M
                                                Q
4                                    N                  
                        2                R                             O                                
                                                                                 P
0          2         4         6            8    Barang X

Berdasarkan grafik tersebut, titik yang dianggap rasional adalah …..
a.       Titik K dan P
b.       Tiitik L
c.       Titik L, M, N dan O
d.       Titik K,L, dan M
e.       Hanya titik N

19. Berdasarkan soal no. 13, titik yang tidak rasional dan efisien ditunjukkan oleh …..
a.       Titik K dan P
b.       Tiitik L
c.       Titik L, M, N dan O
d.       Titik K, L dan M
e.       Hanya Q dan R

20. Salah satu keuntungan sistem ekonomi tradisional adalah ….
a.       pertukaran secara barter umumnya dilandasi oleh motif mencari untung
b.       melalui barter akan terjalin hubungan yang lebih akrab
c.       adanya kendala non teknis menghambatt motivasi para pelaku dalam aktivitasnya
d.       tingkat produksi rendah, sehingga perekonomian statis
e.       menyebabkan kesenjangan pendapatan yang makin besar

21. Sistem ekonomi di mana peran pemerintah dibatasi seminimal mungkin dalam kegiatan perekonomian, disebut ….
a.       sistem ekonomi tradisional
b.       sistem ekonomi pasar
c.       sistem ekonomi terpusat
d.       sistem ekonomi kapitalisme
e.       jawaban b dan d benar

22. Berikut ini beberapa karakteristik sistem ekonomi komando/terpusat, kecuali ….
a.       penguasaan individu atas aset aset ekonomi sangat dibatasi
b.       peranan negara dibatasi dalam perekonomian
c.       mendorong lahirnya pasar monopoli
d.       peranan mekanisme pasar ditekan seminimal mungkin
e.       peranan perencanaan ekonomi oleh negara sangat diandalkan

23. Beberapa karakteristik sistem ekonomi.
1)     Potensi, inisiatif dan kreativitas masyarakat tidak dapat berkembang
2)     Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
3)     Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memanfaatkan sumber daya
4)     Mudahnya pengawasan pemerintah dalam kegiatan perekonomian
5)     Negara bertanggung jawab penuh terhadap kegiatan perekonomian
6)     Terjaminnya distribusi pendapatan antarlapisan masyarakat

Yang merupakan kelemahan sistem ekonomi komando/terpusat adalah ….
a. 1,2 dan 3
b. 1,2 dan 4
c. 1,4 dan 5
d. 2,3 dan 6
e. 2,4 dan 5

24. Berikut ini negara-negara penganut sistem ekonomi terpusat pada era tahun 1990-an, kecuali ….
a.       Polandia
b.       Romania
c.       Hongaria
d.       Italia
e.       China

25. Sistem ekonomi yang merupakan perpaduan antara sistem ekonomi pasar dan komando adalah ….
a.       sistem ekonomi tradisional
b.       sistem ekonomi komando
c.       sistem ekonomi terpusat
d.       sistem ekonomi kapitalisme
e.       sistem ekonomi campuran

 B. JAWABLAH PERTANYAAN DIBAWAH INI DENGAN BENAR!

 1.       Apa yang dimaksud dengan ilmu ekonomi! Jelaskan menurut asal kata dan pendapat ahli ekonomi!
2.       Jelaskan apa yang menjadi inti masalah dalam ilmu ekonomi!
3.       Apa yang dimaksud dengan kebutuhan! Jelaskan pembagian kebutuhan berdasarkan intensitas kegunaan dan sifatnya!
4.       Apa yang dimaksud dengan biaya oportunitas!

0 comments :

 

Copyright © 2009 by TEACHER

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger