BAB II
PERILAKU KONSUMEN DAN PRODUSEN
A.
Perilaku Konsumen dan Produsen
Pada materi kebutuhan, kelangkaan
dan masalah ekonomi telah dibahas mengenai masalah pokok ekonomi
(produksi,konsumsi dan distribusi), dan pada materi perilaku produsen dan
konsumen akan dibahas lebih lanjut bagaimana masalah ekonomi yang ada dengan
pelaku ekonominya dapat berinteraksi, sehingga nampak siklus yang saling
mempengaruhi.
Sebelum lebih jauh membahas
mengenai perilaku konsumen dan produsen ada baiknya kita mengatahui siapa itu
konsumen dan produsen?
Konsumen, merupakan individu yang
melakukan kegiatan menghabiskan/ mengurangi nilai guna suatu produk baik secara
langsung maupun tidak langsung.
Produsen, merupakan individu yang melakukan kegiatan menghasilkan/ menambah nilai guna suatu produk.
Produsen, merupakan individu yang melakukan kegiatan menghasilkan/ menambah nilai guna suatu produk.
Pengertian diatas menunjukkan
bahwa perilaku dari konsumen dan produsen berlawanan, yaitu di sisi produsen
menghasilkan tetapi konsumen menghabiskan dan kondisi ini sering kali mengalami
ketidakseimbangan antara hasil (produk) dengan pemenuhan (kebutuhan).
Ketidakseimbangan itu menyebabkan adanya pengorbanan sehingga terdapat yang
disebut Nilai.
Kemampuan suatu produk (barang)
dalam memberikan kepuasan untuk memenuhi kebutuhan, maka barang tersebut
memberi manfaat atau kegunaan.
Dimilikinya kegunaan pada suatu barang jika terdapat unsur:
Dimilikinya kegunaan pada suatu barang jika terdapat unsur:
1.
Barang tersebut memiliki batas kepuasan
2.
Barang tersebut memiliki kelebihan/ nilai lebih atau keistimewaan
Suatu barang yang memiliki daya guna akan mempunyai nilai dari
penggunannya, nilai yang diberikan adalah:
1.
Nilai Pakai
Nilai Pakai
adalah kemampuan suatu barang karena dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan
serta kemampuannya untuk dapat diukur dengan barang lain.
Nilai pakai dibagi menjadi 2 macam:
Nilai pakai dibagi menjadi 2 macam:
a.
Nilai Pakai Obyektif: kemampuan barang dalam memenuhi kebutuhan
manusia secara umum.
Contoh: air,nasi, buku dll
b.
Subyektif: kemampuan barang dalam memenuhi kebutuhan manusia
secara individu
Contoh: kacamata untuk baca, kursi roda untuk orang yang tidak dapat berjalan dll
Contoh: kacamata untuk baca, kursi roda untuk orang yang tidak dapat berjalan dll
2.
Nilai Tukar
Nilai Tukar
adalah kemampuan suatu barang untuk dapat ditukar dengan barang lain.
a.
Nilai Tukar Obyektif: kemampuan barang tersebut untuk dapat
ditukar dengan barang lain secara umum semua orang bisa menerima.
Contoh: emas, uang dll
Contoh: emas, uang dll
b.
Nilai Pakai Subyektif: nilai dari individu tertentu karena
kemampuan barang tersebut dapat ditukar dengan barang lain.
Contoh: barang-barang antik atau barang koleksian.
Contoh: barang-barang antik atau barang koleksian.
B. Teori Perilaku Konsumen dan
Produsen
1. Teori Konsumsi dan Hukum Gossen
Teori konsumsi merupakan teori
yang menganalisa nilai suatu barang dari subyek pemakainya sehubungan dengan
pemuasan kebutuhan. Teori konsumsi yang terkenal adalah Teori Gossen yang
dikenal dengan Hukum Gossen I dan Hukum Gossen II.
Hukum Gossen I disebut juga hukum kegunaan marginal yang semakin menurun (law
Hukum Gossen I disebut juga hukum kegunaan marginal yang semakin menurun (law
of diminishing marginal utility).
Hukum ini banyak mendapat kritik
dari tokoh ekonomi sebab hukum ini berlaku jika;
-
Barang yang dikonsumsi sama kualitasnya
-
Pemenuhannya dilakukan terus menerus
-
Benda yang dikonsumsi tidak termasuk barang candu
Atas kritikan tersebut maka lahirlah Hukum Gossen II, yang mengajak setiap individu untuk mengalokasikan pendapatannya terhadap kebutuhan yang paling pokok sampai pada kebutuhan pelengkap. Semua kebutuhan menuntut untuk dipenuhi, namun setiap individu dibatasi oleh kemampuan untuk memenuhi, baik kemampuan daya beli (uang), waktu atau yang lain. Oleh karena itu setiap individu dituntut untuk dapat bertindak rasional dengan menggunakan skala prioritas kebutuhan. Hukum Gossen II ini didasari atas inti masalah ekonomi.
Dalam mengkonsumsi barang masing-masing individu berbeda, dan hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
a.
Lingkungan hidup
b.
Pendapatan dan tanggungan
c.
Cara,tabiat,gaya hidup (bertindak hemat atau boros)
d.
Kemampuan mengatur pengeluaran (pola konsumsi)
Dari keempat faktor yang ada, faktor pendapatanlah yang secara langsung mempengaruhi tingkat konsumsi. Hubungan antara pendapatan dan konsumsi adalah positif (berbanding lurus) artinya jika pendapatan bertambah maka tingkat konsumsi juga bertambah atau sebaliknya.
C. Produksi dan Teori Produksi
Kemudian dalam berjalannya kegiatan proses produksi tentu ada faktor yang menunjang yaitu faktor produksi/ sumber daya produksi.
1.
Faktor Produksi Alam adalah sumber daya ekonomis yang disediakan
alam sebagai anugerah Tuhan.
2.
Faktor Produksi Tenaga kerja adalah sumber daya tenaga yang
dihasilkan individu baik bersifat jasmani maupun rohani yang ditujukan untuk
produksi. Faktor tenga kerja dilihat dari:
a.
Menurut Sifatnya
-
Rohani yaitu kegiatan pencurahan pikiran dalam proses produksi,
kegiatan yang lebih banyak menggunakan kemampuan berpikir. Contoh: Editor,
manager dll
-
Jasmani yaitu kegiatan yang
lebih mengutamakan fisik/tenaga dalam proses produksi. Contoh: sopir,petani dll
b.
Kualitasnya
-
Terdidik (skilled labour), yaitu tenaga kerja yang memerlukan
pendidikan formal. Contoh: Dokter,Guru dll
-
Terlatih (trained labour), yaitu tenaga kerja yang memerlukan
pengalaman atau latihan. Contoh: Sopir,masinis dll
-
Tidak terdidik dan
terlatih, yaitu tenaga kerja yang tidak memilki kepandaian atau ketrampilan
tertentu tetapi lebih mengandalkan fisik. Contoh: Kuli angkut, buruh dll
3.
Faktor Produksi Modal merupakan barang yang dihasilkan dan dapat
dipergunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan produk lebih lanjut.
Modal dapat digolongkan menjadi:
a.
Sifatnya
-
Tetap, benda/barang modal yang dapat dipergunakan lebih dari satu
kali dalam proses produksi. Modal tetap dapat dibedakan atas:
-
Modal yang tidak habis dipakai, yaitu berupa tanah
-
Modal yang berangsur-angsur habis, yaitu bangunan, mesin dll
-
Lancar, modal yang habis dalam satu kali proses produksi. Contoh:
bahan baku, bahan penolong dll
b.
Fungsinya
-
Masyarakat (social capital), modal yang mampu menghasilkan produk
yang berguna untuk umum. Contoh: bus, kereta api dll
-
Perorangan/Individu (personal capital), modal yang mampu
menhasilkan bagi individu tertentu/ sumber pendapat. Contoh: tabungan, rumah
disewakan dll
Jika kamu sudah memahami sedikit tentang faktor produksi, maka untuk selanjutnya kita perlu mengetahui apa saja kegiatan usaha produksi. Kegiatan usaha produksi ada 5 yaitu:
Jika kamu sudah memahami sedikit tentang faktor produksi, maka untuk selanjutnya kita perlu mengetahui apa saja kegiatan usaha produksi. Kegiatan usaha produksi ada 5 yaitu:
1.
Ekstraktif : merupakan usaha untuk mendapatkan langsung persediaan
alam. Misalnya: pertambangan, menebang kayu di hutan dll
2.
Agraris : merupakan usaha mengolah persediaan alam. Misalnya:
pertanian,perternakan dll
3.
Industri : usaha mengolah bahan mentah dan bahan-bahan pembantu
menjadi barang jadi/siap pakai. Misalnya: membuat tahu, kue, baju dll
4.
Perdagangan : usaha memperdagangkan produk dari produsen ke konsumen.
Misalnya: toko, PKL dll
5.
Jasa : merupakan usaha yang melibatkan pelayanan jasa. Misalnya:
jasa konsultasi, pendidikan, kesehatan, pengangkutan dll
Perlu kamu
ketahui bahwa kegiatan produksi tidak pernah berhenti seiring dengan tingkat
kebutuhan manusia yang semakin kompleks, oleh sebab itu terdapat cara bagimana
melakukan perluasan produksi. Perluasan produksi dilakukan dengan cara sebagai
berikut:
1.
Ekstensifikasi, yaitu
perluasan produksi yang dilakukan dengan cara menambah atau memperluas faktor
produksi. Contoh: menambah lahan, modal, tenaga kerja, mesin dsb.
2.
Intensifikasi, yaitu perluasan produksi yang dilakukan dengan cara
meningkatkan kemampuan atau memperbaiki cara kerja faktor produksi yang ada.
Contoh: Pembagian kerja, memperbaiki jaminan sosial, mengadakan pelatihan dsb.
3.
Diversifikasi, perluasan yang dilakukan dengan menambah jenis
produk. Contoh: indofood selain mie instans dihasilkan pula saos, kecap atau
dari Wings dengan produk yang beraneka macam.
4.
Rasionalisasi, perluasan produksi dengan cara meningkatkan
efesiensi kerja, manajemen dan modal. Contoh: Meningkatkan produk menggunakan
mesin berteknologi tinggi atau membuat barang dengan standar tertentu dsb.
Kegiatan
produksi merupakan pengadaan alat pemuas untuk memenuhi kebutuhan, oleh sebab
itu kegiatan tersebut harus mampu mengikuti meningkatnya kebutuhan yang
dipengaruhi selera, gaya hidup, pendidikan, IPTEK dll.
Ada teori yang melandasi bagimana kegiatan produksi harus berpacu karena cepatnya pertambahan penduduk. Teori tersebut dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus dalam bukunya yang berjudul ” Essay on the Principles of Population ”
Ada teori yang melandasi bagimana kegiatan produksi harus berpacu karena cepatnya pertambahan penduduk. Teori tersebut dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus dalam bukunya yang berjudul ” Essay on the Principles of Population ”
Seperti yang
kita ketahui teori Malthus sekarang ini sedang terjadi, namun ada upaya yang
dapat memberikan jalan keluar sehingga teori ini memiliki kelemahan antara lain:
-
Malthus tidak memperhatikan perkembangan IPTEK
-
Malthus lupa bahwa pangan/makanan tidak hanya dihasilkan bidang
pertanian
-
Kemajuan bidang teknologi kedokteran memungkinkan dapat menekan
pertambahan penduduk
Dari kelemahan ini maka lahirlah teori dari David Ricardo yang dikenal dengan sebutan ” Law of Deminishing Returns” atau pertambahan hasil yang semakin berkurang dalam buku yang berjudul ” The Principles of Political Econom and Taxation ”
Pada intinya David Ricardo berpendapat, bahwa penambahan modal dan tenaga kerja pada titik tertentu, tidak akan memberikan tambahan hasil yang sebanding, tetapi makin lama makin berkurang. Oleh sebab itu supaya tidak terjadi pengangguran tidak kentara (disguised Un employment) maka tidak diperlukan penambahan faktor produksi tetapi harus ditingkatkan produktivitasnya, jika terjadi over pada faktor produksi maka diupayakan untuk penyaluran ke sektor lainnya.
Siklus kegiatan ekonomi
Dari kelemahan ini maka lahirlah teori dari David Ricardo yang dikenal dengan sebutan ” Law of Deminishing Returns” atau pertambahan hasil yang semakin berkurang dalam buku yang berjudul ” The Principles of Political Econom and Taxation ”
Pada intinya David Ricardo berpendapat, bahwa penambahan modal dan tenaga kerja pada titik tertentu, tidak akan memberikan tambahan hasil yang sebanding, tetapi makin lama makin berkurang. Oleh sebab itu supaya tidak terjadi pengangguran tidak kentara (disguised Un employment) maka tidak diperlukan penambahan faktor produksi tetapi harus ditingkatkan produktivitasnya, jika terjadi over pada faktor produksi maka diupayakan untuk penyaluran ke sektor lainnya.
Siklus kegiatan ekonomi
Keterangan:
-
RTK : konsumen
atau pemakai barang dan jasa juga pemilik faktor produksi. Permintaan konsumen
akan barang/jasa yang dihasilkan oleh RT Produsen terjadi pada pasar barang dan
jasa.
-
RTP : Produsen
atau perusahaan dalam menghasilkan barang/jasadari dilakukan dengan
memanfaatkan faktor produksi yang disediakan RT Konsumen.
Pemerintah
sebagai penyelenggara kegiatan ekonomi akan memanfaatkan faktor produksi untuk
menghasilkan barang dan jasa dari BUMN, dan pemilik faktor produksi akan
menerima balas jasa. Balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi merupakan
penerimaan negara berupa pajak, dari pajak itulah pemerintah melakukan
pembangunan dan belanja rutin. Begitu seterusnya siklus kegiatan ekonomi akan
berjalan, dan satu kegiatan yang menjadikan semua unsur dapat berinteraksi atau
tersalurkan adalah kegiatan distribusi.
Dalam
kegiatan distribusi kita akan mengenal 2 (dua) sistem distribusi yaitu;
-
Langsung, merupakan kegiatan penyaluran barang yang dilaku
langsung dari produsen ke konsumen.
langsung dari produsen ke konsumen.
-
Tidak Langsung, merupakan kegiatan penyaluran melalui
Beberapa perantara (grosir,agen,pengecer dll)
Beberapa perantara (grosir,agen,pengecer dll)
Kalau kita
amati sekarang ini selain saluran distribusi diatas, untuk lebih menarik
konsumen banyak dilakukan produsen usaha seperti pameran, Surabaya Expo,
Jakarta Fair dll. Usaha tersebut menarik namun bersifat sementara sehingga
distribusi tetap berperan dalam kegiatan yang berkesinambungan.
EVALUASI
A. PILIHLAH SALAH SATU JAWABAN YANG PALING TEPAT!
1. Mengambil bahan-bahan atau barang-barang dari alam
merupakan kegiatan produksi...
a. pertanian
b. ekstraktif
c. pertambangan
d. perdagangan
e. industri
2. Pengertian produksi adalah
a. membuat barang-barang
b. memberikan jasa
c. kegiatan menambah dan menciptakan kegunaan suatu barang
d. kegiatan mengolah barang
e. kegiatan menambah jumlah barang
3. Kalau faktor produksi variabel ditambah terus menerus
pada faktor produksi tetap, maka akan menyebabkan hasil produksi...
a. total mula-mula menurun kemudian meningkat
b. total mula-mula meningkat kemudian menurun
c. marginal menurun
d. rata-rata terus meningkat
e. total akan terus menungkat
4. Berikut ini merupakan kegiatan produksi menurut
bidangnya, kecuali...
a. ekstraktif
b. industri
c. pemasaran
d. agraria
e. perdagangan
5. Bila kebutuhan dipenuhi secara terus menerus maka
kenikmatan makin lama makin berkurang
sehingga akhirnya dicapai rasa kepuasan. Pernyataan tersebut merupakan bunyi
hukum...
a. Perata nilai batas
b. Goosen I
c. Goosen II
d. Pemuas kebutuhan horisontal
e. Pemuas kebutuhan yang harmonis
6. Nilai guna marginal adalah...
a. nilai kepuasan keseluruhan dalam mengkonsumsi suatu benda
b. nilai kepuasan dalam mengkonsumsi beberapa macam benda
c. pertambahan nilai kepuasan karena pertambahan konsumsi
d. penurunan nilai kepuasan dalam mengkonsumsi suatu benda
e. nilai kepuasan yang sama dalam mengonsumsi benda
7. Yang termasuk kegiatan produksi adalah...
a. petani memupuk tanaman
b. peternak sapi memrah susu
c. pengrajin gerabah menjajakan celengan
d. pelukis mengadakan pameran hasil karyanya
e. pedagang mengantar barang jualannya
8.
Q = f (C,L,R,T) adalah...
a.
fungsi produksi
b.
persamaan produksi
c.
sumber daya produksi
d.
rumus-rumus produksi
e.
gambaran input-output
9. Berikut yang bukan merupakan tujuan
produksi adalah…
a. menghasilkan barang atau jasa untuk memperoleh keuntungan
b. menghasilkan barang setengah jadi guna memenuhi kebutuhan
produksi berikutnya
c. bersaing dengan produsen yang sudah berhasil
d. membuka lapangan pekerjaan
e. meningkatkan pendapatan nasional
10. Berikut ini yang merupakan input dalam produksi, kecuali...
a. modal
b. uang
c. tenaga kerja
d. keahlian
e. barang dan jasa yang dihasilkan
11. Tenaga kerja dan sumber daya alam disebut faktor produksi
primer karena...
a. ketesediaannya dipengaruhi oleh faktor non-ekonomi
b. merupakan input yang paling penting
c. merupakan input yang tak tergantikan
d. input yang selalu tersedia
e. input yang dominan
12. Konsumen mau membeli suatu barang dengan harga tertentu
karena nilai...
a. tukar barang tersebut lebih tinggi dari harganya
b. interinsik barang tersebut lebih tinggi dari harganya.
c. subjektif barang tersebut lebih tinggi dari harganya
d. guna barang tersebut lebih tinggi dari harganya
e. nominal barang tersebut lebih tinggi dari harganya
13.
The law of diminishing return akan
berlaku setelah..
a.
produk total maximum
b.
produk marginal maksimum
c.
produk rata-rata maximum
d.
produksi mencapai tahap maturity
e. penawaran atas produk lebih besar dari pada permintannya
14. Jika jumlah barang yang dikonsumsi terus bertambah,
mula-mula kepuasan meningkat namun pada akhirnya menurun. Pernyataan tersebut
merupakan
a. nilai guna total
b. nilai guna sama
c. nilai guna marginal
d. nilai guna berkurang
e. nilai guna barang
15. Berikut ini merupakan bagan interaksi antara rumah tangga
produksi dengan rumah tangga konsumsi
Berdasarkan bagan diatas yang termasuk
arus produksi adalah...
- 1
- 4
- 2
- 3
- 5
1 comments :
jawabannya kak?
Posting Komentar