Minggu, 30 September 2012

Permintaan dan Penawaran



BAB III
PERMINTAAN, PENAWARAN DAN HARGA KESEIMBANGAN

 A. Pengertian Permintaan
Permintaan (demand) didefinisikan sebagai jumlah barang dan jasa yang diminta oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dan situasi tertentu.
Hubungan antara harga dan kuantitas permintaan dapat dinyatakan dalam fungsi permintaan. Secara matematis, hubungan tersebut dapat dinyatakan sebagai:
 


 
Qd = f(P)

Terdapat tiga jenis permintaan, yaitu:
a.       Permintaan efektif, ialah permintaan terhadap barang atau jasa yang sertai dengan kemampuan daya beli (kemampuan membayar) dari konsumen atau pembeli.
b.       Permintaan potensial, ialah permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai dengan kemampuan membeli tetapi belum dilaksanakan oleh konsumen atau pembeli tersebut.
c.       Permintaan absurd, ialah permintaan terhadap barang atau jasa yang tidak disertai dengan kemampuan membayar atau daya beli dari konsumen atau pembeli.

1. Hukum Permintaan
Hal penting lainnya yang berkaitan dengan permintaan adalah hukum permintaan. Hukum permintaan menyatakan:
Jika harga suatu barang dan jasa naik (dalam keadaan ceteris paribus,  dengan menganggap faktor-faktor lain dianggap tetap), maka kuantitas yang diminta akan berkurang. Demikian juga halnya, jika harga-harga barang dan jasa turun, jumlah kuantitas yang diminta akan bertambah.

 

Ceteris paribus berasal dari Bahasa Latin yang berarti ‘segala sesuatu yang lain dianggap konstan atau tidak berubah’. Frase ini digunakan oleh para ekonom dalam membuat model untuk membatasi hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen.


Dengan demikian, dalam hukum permintaan, hubungan antara harga dan kuantitas permintaan berbanding terbalik, sehingga kurva permintaan digambarkan sebagai garis yang memiliki kemiringan (slope) negatif.
               
2. Skedul dan Kurva Permintaan
Ada suatu hubungan jelas antara harga suatu barang dengan jumlah yang diminta, dengan catatan faktor lain tidak berubah. Hubungan antara harga dan kuantitas yang dibeli ini disebut sebagai skedul atau tabel permintaan. Skedul atau tabel permintaan yang digambarkan secara grafik disebut sebagai kurva permintaan. Kurva permintaan digambarkan sebagai garis yang bergerak dari kiri atas ke kanan bawah. Selanjutnya untuk memudahkan dalam melakukan analisis terhadap permintaan, faktor-faktor lain harus dianggap konstan atau tidak berubah (ceteris paribus), dan hal ini ditunjukkan oleh adanya kurva permintaan yang lurus dari kiri atas ke kanan bawah.

Skedul Permintaan terhadap Jagung
Situasi
Harga (P)
(dalam rupiah)
Kuantitas (Q)
(dalam unit)
A
B
C
D
E
500
400
300
200
100
9
10
12
15
20



 
                                                P (dalam ratus rupiah)
                                        500                                A
                                        400                                    B
                                        300                                      C
                                        200                                             D
                        100                                                                E                    Demand
                                0               5           10           15           20           25           Q




Gambar 3.1
Kurva Permintaan


3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan
Disamping harga barang tersebut, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi tingkat permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa.
Faktor-faktor tersebut adalah:

a. Tingkat Pendapatan Masyarakat
Tingkat Pendapatan merupakan faktor yang paling menentukan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa yang yang ingin dibelinya. Jika pendapatan masyarakat meningkat, orang cenderung membeli lebih banyak, dan sebaliknya jika pendapatan menurun orang akan mengurangi permintaannya.

b. Harga barang lain yang berhubungan (baik barang substitusi maupun komplementer)
Dengan meningkatnya harga barang substitusi (barang yang saling menggantikan), permintaan suatu barang tertentu akan meningkat, dan sebaliknya juka harga barang substitusi itu menurun maka permintaannya juga kanker kolon menurun. Contoh barang substitusi antara lain the botol dengan fruit tea, jeruk dan mangga. Jika harga teh botol naik, maka permintaan terhadap fruit tea akan meningkat, karena harga fruit tea lebih murah dari teh botol. Sedangkan untuk barang komplementer (barang yang saling melengkapi) misalnya antara gula pasir dan kopi. Kenaikan harga gula pasir akan menurunkan permintaan terhadap kopi.

c. Ukuran Pasar
Ukuran pasar antara lain diukur melalui jumlah penduduk. Jumlah penduduk suatu wilayah yang lebih padat akan memiliki tingkat permintaan terhadap barang dan jasa yang lebih tinggi daripada wilayah yang berpenduduk lebih sedikit.


d. Selera
Perubahan selera dapat disebabkan oleh perubahan selera konsumen. Bila selera masyarakat terhadap telepon genggam merek Nokia tinggi, maka permintaan akan telepon genggam Nokia tersebut lebih tinggi daripada merek lainnya.

e. Harapan atau Ekspektasi Masyarakat
Perubahan atas perkiraan keadaan masyarakat dimasa mendatang akibat kebijakan pemerintah tertentu, misalnya pemerintahan yang baru akan menaikkan harga BBM, maka masyarakat dengan serta merta meningkatkan permintaan terhadap BBM tersebut bahkan ada yang menimbunnya, karena adanya kemungkinan kenaikan barang tersebut dimasa mendatang.
Adanya perubahan pada faktor-faktor yang menentukan permintaan itu akan mempengaruhi kurva permintaan. Apabila faktor-faktor tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan terhadap permintaan barang/jasa, maka kurva permintaan akan bergeser ke kanan dari kedudukannya semula, dan apabila faktor-faktor tersebut menyebabkan turunnya tingkat permintaan, maka kurva permintaannya akan bergeser ke sebelah kiri.

 

B. Pengertian Penawaran

Penawaran (supply) didefinisikan sebagai jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen pada berbagai tingkat harga dan situasi tertentu.
Hubungan antara harga dan kuantitas permintaan dapat dinyatakan dalam fungsi penawaran. Secara matematis, huubungan tersebut dapat dinyatakan sebagai:


 
Qs = f(P)

1. Hukum Penawaran
Hal penting lainnya yang berkaitan dengan penawaran adalah hukum penawaran. Hukum penawaran menyatakan:
Jika harga suatu barang dan jasa naik (dalam keadaan ceteris paribus), maka kuantitas yang ditawarkan akan bertambah. Demikian juga halnya, jika harga-harga barang dan jasa turun, jumlah kuantitas yang tawarkan juga akan berkurang.
Dengan demikian, dalam hukum penawaran, hubungan antara harga dan kuantitas penawaran berbanding lurus, sehingga kurva penawaran digambarkan sebagai garis yang memiliki kemiringan (slope) positif.
               
2. Skedul dan Kurva Penawaran
Terdapat suatu hubungan yang jelas antara harga suatu barang dengan jumlah yang ditawarkan, dengan catatan faktor lain tidak berubah. Hubungan antara harga dan kuantitas yang dijual/ditawarkan ini disebut sebagai skedul penawaran. Skedul penawaran yang digambarkan secara grafik disebut sebagai kurva penawaran. Kurva penawaran digambarkan sebagai garis yang bergerak dari kanan atas ke kiri bawah.
Skedul Penawaran terhadap Jagung
Situasi
Harga (P)
(dalam rupiah)
Kuantitas (Q)
(dalam unit)
A
B
C
D
E
500
400
300
200
100
18
16
12
7
0

Tabel di atas memperlihatkan kuantitas jagung yang diproduksi dan dijual produsen pada berbagai tingkat harga. Perhatikan bahwa tabel tersebut memperlihatkan hubungan langsung atau positif antara harga dan kuantitas yang ditawarkan.
               


 
                                                P (dalam  rupiah)                              Supply
                                       500                                                 A
                                       400                                      B
                                       300                        C
                                       200         D
                       100  E                                                                                           
                                0               5           10           15           20           25           Q
Gambar 3.2
Kurva Penawaran

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran
Disamping harga barang tersebut, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi tingkat penawaran barang dan jasa. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:

a. Biaya Produksi
Hal yang paling mendasar untuk memahami perilaku produsen dalam penawaran barang dan jasa adalah bahwa produsen menawarkan komoditas untuk memperoleh keuntungan (bukan untuk kesenangan atau beramal). Jika biaya produksi suatu barang relatif lebih rendah dibanding harga pasar, maka hal ini akan memberikan keuntungan kepada produsen dengan menawarkan barang dan jasa dalam jumlah yang lebih besar. Sebaliknya jika biaya produksi relatif lebih tinggi dibandingkan harga pasar, maka perusahaan akan memproduksi dalam jumlah kecil, bahkan mungkin menghindari bisnis tersebut.  Dengan demikian biaya produksi merupakan kunci utama dalam mempengaruhi tingkat penawaran. Misalnya kenaikan gaji atau upah tenaga kerja akan menyebabkan produsen mengurangi jumlah tenaga kerja. Dengan demikian jumlah barang dan jasa yang ditawarkan juga akan berkurang.

b. Teknologi
Perkembangan (kemajuan) selalu mengandung arti bahwa jumlah input (faktor produksi) yang dibutuhkan lebih sedikit. Rendahnya biaya input ini akan mendorong produsen untuk lebih meningkatkan output. Laba yang diperoleh pun meningkat. Dengan demikian, perkembangan teknologi misalnya penggunaan mesin-mesin otomatis dapat menekan biaya produksi dan dengan demikian akan meningkatkan penawaran. Oleh karena itu, peningkatan teknologi produksi akan mendorong kurva penawaran ke kanan.

c. Harga barang lain yang berkaitan
Unsur penting lain yang mempengaruhi penawaran adalah harga barang yang berkaitan, baik barang substitusi maupun barang komplementer. Jika harga salah satu barang substitusi naik, maka penawaran barang substitusi lain akan turun. Sebagai contoh petani dapat memproduksi gandum maupun jagung, adanya kenaikan pada gandum akan menyebabkan penurunan penawaran pada jagung.

d. Ekspektasi Produsen
Jika petani memperkirakan harga beras akan turun akhir tahun ini, dengan sendirinya petani akan mengurangi produksinya sehingga mengurangi penawaran.
Adanya perubahan pada faktor-faktor yang menentukan penawaran itu akan mempengaruhi kurva permintaan. Apabila faktor-faktor tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan terhadap penawaran barang/jasa, maka kurva penawaran akan bergeser ke kanan dari kedudukannya semula, dan apabila faktor-faktor tersebut menyebabkan turunnya tingkat penawaran, maka kurva penawaran akan bergeser ke sebelah kiri


C. Harga Keseimbangan

Produsen selalu mengharapkan keuntungan yang maksimal dengan menetapkan harga yang setinggi-tingginya . Sebaliknya konsumen selalu mengharapkan kepuasan maksimal dengan harga yang serendah-rendahnya. Produsen dan konsumen akan melakukan tawar-menawar. Proses tawar menawar ini akan menyebabkan harga kesepakatan yang disebut sebagai harga keseimbangan atau harga pasar (market equilibrium). Keseimbangan pasar terjadi pada tingkat harga dimana jumlah barang dan jasa yang diminta sama dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.

Kombinasi Skedul Permintaan dan Penawaran Jagung
Situasi
Harga (P)
(dalam rupiah)
Kuantitas yang diminta, Qd (dalam unit)
Kuantitas yang ditawarkan, Qs
(dalam unit)
A
B
C
D
E
500
400
300
200
100
9
10
12
15
20
18
16
12
7
0



 
P (dalam ratus rupiah)
                                                P                                                             Supply
                                        500                               
                                        400                                   
                                        300                                         C (titik ekuilibrium)
                                        200                                            
                        100                                                                                       Demand
                                0               5           10           15           20           25           Q




Gambar 3.3
Kurva keseimbangan pasar


Keseimbangan pasar terjadi pada perpotongan kurva permintaan dan penawaran. Pada harga Rp 300, titik C, perusahaan menawarkan sebanyak yang diinginkan konsumen, yaitu 12 unit. Diatas harga Rp 300 per unit, kuantitas yang ditawarkan lebih besar daripada kuantitas yang diminta, sehingga menimbulkan surplus penawaran. Sebaliknya pada harga dibawah Rp 300 per unit, kuantitas yang ditawarkan lebih kecil dibandingkan dengan kuantitas yang diminta, sehingga menimbulkan kekurangan.

D. Penggolongan Pembeli dan Penjual

Terbentuknya harga pasar, merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen). Namun demikian, hal itu sebenarnya bersifat subjektif , atau dengan kata lain setiap pembeli dan penjual memiliki taksiran yang berbeda-beda terhadap harga pasar tersebut. Dari sisi pembeli, taksiran yang berbeda biasanya dipengaruhi oleh daya belinya, sedangkan dari sisi penjual biasanya dipengaruhi oleh biaya produksinya. Nilai taksiran ini kemudian disebut dengan harga subjektif.
Berdasarkan harga subjektifnya, pembeli dapat dikelompokkan menjadi:

a. Pembeli Marjinal
Pembeli marjinal adalah pembeli yang memiliki kemampuan atau daya beli sama yang sama dengan harga pasar. Pembeli merasa harga pasar sudah wajar atau sesuai dengan daya belinya, sehingga ia tidak merasa diuntungkan dan juga tidak merasa dirugikan.

b. Pembeli Submarjinal
Pembeli submarjinal adalah pembeli yang memiliki kemampuan atau daya beli dibawah harga pasar. Pembeli ini merasa harga pasar terlalu tinggi, sehingga ia tidak jadi membeli barang, jika tetap membelinya ia memperoleh kerugian.

c. Pembeli Supermarjinal
Pembeli submarjinal adalah pembeli yang memiliki kemampuan atau daya beli diatas harga pasar. Pembeli ini merasa harga pasar terlalu rendah, sehingga ia memperoleh keuntungan yang disebut sebagai premi konsumen.

Sedangkan berdasarkan harga subjektifnya, penjual dibedakan menjadi:
a. Penjual Marjinal
Pembeli marjinal adalah penjual yang memiliki biaya produksi yang sama dengan harga pasar. Penjual merasa harga pasar sudah wajar atau sesuai biaya produksinya, sehingga ia tidak merasa diuntungkan dan juga tidak merasa dirugikan.

b. Penjual Submarjinal
Penjual submarjinal adalah penjual yang memiliki memiliki biaya produksi dibawah harga pasar. Penjual ini merasa harga pasar terlalu tinggi, sehingga ia tidak jadi menjual barang, jika tetap menjualnya ia memperoleh kerugian.

c. Penjual Supermarjinal
Penjual submarjinal adalah penjual yang memiliki memiliki biaya produksi diatas harga pasar. Penjual merasa harga pasar terlalu rendah, sehingga ia memperoleh keuntungan yang disebut sebagai premi produsen.

                P


 
                                                                                                         S


Premi
Konsumen
 
 


                     P      E                                                      pembeli dan penjual
Premi
Produsen
 
                                                                                                  marjinal
                                                                                                                                                    






Penjual supermarjinal
 

Pembeli submarjinal
 
 


                                                                                                                D

                                                                                                       

                       0                                    Q                                     Q

 

  Gambar 3.4

                                 Grafik penggolongan pembeli dan penjual



3. Pasar Barang atau Bursa Komoditas
Pasar barang atau bursa komoditas adalah interaksi antara permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa. Dalam perekonomian tertutup, permintaan utamanya berasal dari sektor rumah tangga dan pemerintah. Permintaan tersebut umumnya merupakan permintaan akan barang dan jasa akhir. Penawaran barang dan jasa berasal dari sektor perusahaan. Di dalam perekonomian modern, terutama dengan makin tingginya tingkat spesialisasi, tidak semua perusahaan memperoduksi sendiri bahan baku yang dipakai untuk memproduksi barang dan jasa. Sebagai contoh, perusahaan mobil tidak menambang sendiri bijih besi yang dibutuhkan, demikian juga fasilitas mesin pembuat rangka mobilnya, karena akan lebih efisien bagi peruhaan tersebut apabila membeli mesin dari perusahaan yang bergerak dibidang permesinan. Dengan kata lain, mesin yang dibeli perusahaan tersebut merupakan input perantara untuk memproduksi mobil.
                Beberapa komoditas lain yang umumnya diperjualbelikan di bursa komoditas biasanya memiliki standar tertentu, antara lain barang-barang hasil produksi dan industri, hasil pertambangan, hasil pertanian dan perkebunan. Komoditas-komoditas tersebut antara lain adalah  kopi, gula, jagung, cengkeh, kedelai, emas, tembaga, kapas, lada, gandum dan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil atau CPO).

Keanggotaan Bursa Komoditas
Siapa sajakah yang menjadi anggota bursa komoditas? Anggota bursa komoditas secara garis besar di bagi 2 yaitu.

a. Anggota biasa
Anggota biasa terdiri atas semua WNI yang memiliki badan usaha formal seperti firma, CV, PT koperasi dan lain-lain. Anggota biasa terbagi atas pedagang biasa, maupun pedagang perantara (pialang).

b. Anggota luar biasa
Anggota luar biasa, tidak hanya terbuka bagi WNI, tapi juga perwakilan WNA baik berupa perseorangan maupun badan usaha, investor domestik maupun asing, lembaga keuangan nonbank yang berkedudukan di dalam maupun luar negeri.

Perdagangan di bursa komoditas dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1.       Perdagangan fisik (phisical trading) yang bersifat efektif
Pada perdagangan fisik terjadi penyerahan barang dari penjual kepada pembeli secara fisik pada waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian jual beli. Pembayaran dilakukan secara tunai.

2.       Perdagangan berjangka (future trading) yang bersifat spekulatif
Dalam jenis perdagangan ini, setelah transaksi terjadi tidak secara langsung disertai dengan penyerahan barang dan jasa secara fisik. Penyerahan dilakukan beberapa saat kemudian (misalnya satu bulan) atau sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dengan tingkat harga yang tetap.

                Untuk memperlancar transaksi dan memudahkan dalam pengawasan bursa komoditas, pemerintah membentuk badan pembina bursa komoditas (BPBK), dan Badan Pengawas perdagangan berjangka komoditi (BAPEBTI), sebuah lembaga semacam BAPEPAM di pasar modal, yang bertanggung jawab langsung kepada menteri perdagangan.


Fungsi dan Manfaat Bursa Komoditas

Fungsi bursa komoditas antara lain:
a)      Sebagai tempat atau sarana untuk memperoleh informasi tentang beberapa jenis barang yang diperdagangkan di pasar dunia.
b)     Sebagai tempat atau sarana untuk mengadakan transaksi berbagai komoditas yang sedang laku di pasaran dunia.
c)      Sebagai tempat atau sarana untuk memantau dan mengatur perdagangan komoditas.

Manfaat bursa komoditas
a)      Bagi penjual (produsen)
Bursa komoditas dapat mempermudah pemasaran atau penjualannya
b)     Bagi pembeli (konsumen)
Bursa komodittas dapat memprmudah konsumen dalam memndapatkan barang yang diinginkan dengan kualitas terjamin.
c)      Bagi pemerintah
Pembentukan bursa komoditas bagi pemerintah dapat memberikan tambahan devisa. Dengan devisa akan memudahkan pemerintah untuk melakukan berbagai transaksi internasional yang dapat meningkatkan pendapatan nasional.


Pasar Input
Sebagaimana kita ketahui, pasar untuk suatu barang atau jasa tertentu dilihat sebagai ‘tempat’ bertemunya permintaan dan penawaran. Kata ‘tempat’ dalam konteks pengertian tersebut bukanlah tempat dalam arti fisik, sebab yang terpenting dalam ilmu ekonomi adalah interaksi antara permintaan dan penawaran barang atau jasa tersebut. Sedangkan input atau faktor produksi adalah barang atau jasa yang digunakan sebagai masukan dalam suatu proses produksi. Jadi, pasar input atau pasar faktor produksi adalah interaksi antara permintaan dan penawaran terhadap terhadap barang atau jasa sebagai masukan (input) pada suatu proses produksi.
          Harga faktor produksi ditentukan oleh interaksi permintaan dan penawaran factor produksi. Permintaan input di pasar faktor produksi merupakan permintaan turunan (derived demand), artinya permintaan input tergantung secara tidak langsung pada permintaan outputnya. Sedangkan penawarannya sangat tergantung pada sifat-sifat faktor produksinya. Misalnya, penawaran tanah bersifat inelastis sempurna (vertikal) karena jumlahnya terbatas. Ini berarti, berapapun perubahan harga yang terjadi tidak akan berpengaruh terhadap jumlah tanah yang ditawarkan.

Faktor Produksi
Harga Faktor Produksi
1)     Tanah
2)     Tenaga kerja
3)     Modal
4)     kewirausahaan
1)     Sewa
2)     Upah/gaji
3)     Bunga 
4)     Keuntungan


a. Pasar Faktor Produksi Sumber Daya Alam (natural resources)
Faktor produksi sumber daya alam adalah semua kekayaan alam yang dapat digunakan dalam proses produksi. Yang termasuk faktor produksi sumber daya alam antara lain tanah, air, udara, sinar matahari, barang tambang dan lain-lain. Dengan demikian pasar faktor produksi sumber daya alam sebenarnya berkaitan dengan permintaan dan penawaran sumber daya alam (terutama tanah) dari pelaku ekonomi untuk keperluan produksi atau investasi. Balas jasa atas penggunaan faktor produksi tanah di dalam proses produksi adalah dalam bentuk sewa (rent). Misalnya untuk keperluan membangun rumah, pabrik, gedung-gedung, jembatan, dan sebagainya.
                Kurva permintaan dan penawaran tanah terlihat dalam gambar dibawah ini



 


                                    P            S







                                                                                                             Q

Kurva permintaan tanah, menunjukkan bahwa semakin tinggi harga tanah, semakin berkurang permintaannya banyak. Sedangkan penawarannya bersifat inelatis sempurna, yang berarti berapapun perubahan harga yang terjadi tidak akan berpengaruh terhadap jumlah tanah yang ditawarkan.

b. Pasar Faktor Produksi Tenaga Kerja (labor)
Bersama dengan faktor produksi tanah, tenaga kerja merupakan faktor produksi asli, sehingga keberadaannya mutlak diperlukan dalam sebuah proses produksi. Pasar faktor produksi tenaga kerja berkaitan dengan pembentukan harga bagi tenaga kerja itu sendiri sebagai salah satu faktor produksi. Tenaga kerja dalam sebuah pasar dihargai dengan gaji atau upah. Oleh karena itu, upah tenaga kerja terbentuk dari hasil interaksi antara permintaan dan penawaran di berbagai pasar. Tinggi rendahnya upah akan berbeda tergantung struktur pasarnya. Dalam pasar persaingan sempurna, pembeli (perusahaan) dan juga penjual (pemilik factor produksi) tidak dapat mempengaruhi tingkat upah. Permintaan tenaga kerja digambarkan oleh kurva horizontal (elastis sempurna) dengan notasi DL . Ini berarti, baik perusahaan maupun tenaga kerja tidak bisa mempengaruhi upah tenaga kerja. Dan sebaliknya, kurva penawaran tenaga kerja menaik dari kiri bawah ke kanan atas dengan notasi SL, ini menunjukkan makin tinggi upah makin banyak tenaga kerja yang bersedia bekerja pada perusahaan tersebut.

               

                                           W
                                                                                       SL
                                                                                                       



                                   W0                        E                         DL


                                                                                                       L
           

Harga pasar terjadi pada titik E. pada tingkat harga ini, berapapun tenaga kerja yang dipekerjakan upahnya akan tetap, yaitu sebesar W0.

            Berbeda dengan pasar tenaga kerja dalam persaingan sempurna, dalam pasar monopoli, tenaga kerja memiliki kekuatan monopoli, misalnya melalui pembentukan serikat pekerja. Dengan kekuatan monopoli, serikat pekerja dapat menentukan berapa tingkat upah yang ingin dicapai.


 
                                           W


 



                          W2      SL

                          W1


                                                                                                             DL



 
                                0            L2            L1          L


DL adalah kurva permintaan tenaga kerja perusahaan, SL adalah penawaran tenaga kerja dari serikat pekerja. Jika tujuan serikat pekerja adalah memaksimumkan kesempatan pekerja, maka tingkat upah ditetapkan sebesar Wp, dengan kesemaptan kerja sebanayk W1. Akan tetapi, jika tujuan serikat pekerja adalah memaksimumkan pendapatan, maka mereka dapat menuntut kenaikan upah sebesar W2 dengan kesempatan kerja hanya sebesar L2.


c. Pasar Faktor Produksi Modal (capital)
Seperti dijelaskan sebelumnya, faktor produksi modal dapat diartikan sebagai benda-benda hasil produksi yang dapat digunakan untuk proses produksi barang dan jasa-jasa lainnya. Faktor produksi modal, tidaklah selalu berasal dari milik sesorang perusahaan sendiri, melainkan dapat berasal dari pihak lain (misalnya lembaga perbankan atau pasar modal).
                Dalam istilah ekonomi, setiap penambahan fasilitas produksi (khususnya modal) dalam periode tertentu disebut investasi. Investasi bisa dilakukan dalam bentuk barang modal dan bangunan, yaitu pengeluaran untuk pembelian pabrik-pabrik, mesin-mesin, peralatan produksi, dan gedung-gedung baru.
                Permintaan terhadap tambahan modal tersebut dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu tingkat bunga pinjaman dan tingkat pengembalian yang diharapkan.
Semakin rendah tingkat bunga (biaya investasi), semakin besar tambahan barang modal. Sebaliknya semakin tinggi tingkat bunga (biaya peminjaman), semakin kecil tambahan barang modal. Kalau tingkat pengembalian yang diharapkan lebih besar dari tingkat suku bunga maka permintaan investasi akan meningkat. Sebaliknya, kalau tingkat pengembalian yang diharapkan lebih rendah dari tingkat suku bunga tingkat investasi akan menurun. (Tentang investasi akan dibahas lebih lanjut dalam bab berikutnya).

d. Pasar Faktor Produksi Keahlian atau Kewirausahaan
Sebagaimana kita ketahui faktor produksi keahlian/kewirausahaan ialah keterampilan atau keahlian yang digunakan seseorang dalam mengkombinasikan berbagai faktor produksi untuk menghasilkan barang atau jasa.
                Kewirausahaan adalah faktor produksi keempat. Bagi sebagian ekonom, faktor produksi kewirausahaan adalah faktor produksi yang memegang peranan vital dan merupakan lompatan besar dalam proses produksi. Wirausaha diartikan sebagai pengusaha yang mampu melihat peluang dengan mengambil risiko tertentu demi mendapatkan keuntungan.  


0 komentar :

Posting Komentar

Histats.com © 2005-2012 Privacy Policy - Terms Of Use - Powered By Histats
 

Copyright © 2009 by TEACHER

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger