Senin, 01 Oktober 2012

Kondisi Ketenagakerjaan



BAB I
KONDISI KETENAGAKERJAAN
DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

 A. Konsep Ketenagakerjaan

1.   Penduduk
                Dalam menganalisa masalah ketenagakerjaan, penduduk dibagi menjadi dua, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Tenaga kerja merupakan penduduk yang ada dalam batas usia kerja, sedangkan penduduk di luar batas usia kerja tidak termasuk tenaga kerja.
 Batas usia kerja berbeda antara satu negara dengan negara lain. Semakin maju perekenomian suatu negara maka batas usia kerja penduduk di negara tersebut umumnya juga tinggi. Sebelum tahun 1998, batas usia kerja penduduk Indonesia adalah 10 tahun ke atas. Namun, sebagai konsekuensi ditetapkannya program wajib belajar 9 tahun, batas usia kerja di Indonesia diubah menjadi 15 tahun ke atas.








Text Box: Gambar Diagram Pengklasifikasian Penduduk
 



























2.   Tenaga Kerja
a.   Angkatan Kerja
Merupakan golongan penduduk dalam batas usia kerja yang sedang bekerja atau sedang mencari pekerjaan, mempunyai pekerjaan tetap, tetapi untuk sementara tidak bekerja dan tidak mempunyai pekerjaan sama sekali, tetapi aktif mencari pekerjaan. Angkatan kerja terbagi menjadi dua, yaitu pekerja dan penganggur.

1)  Pekerja
Menurut BPS, seorang dikatakan bekerja apabila ia melakukan pekerjaan dengan tujuan memperoleh upah atau membantu memperoleh pendapatan selama paling sedikit satu jam secara terus menerus dalam satu minggu.
2)  Penganggur
Merupakan orang yang tidak memiliki pekerjaan atau orang yang sedang mencari pekerjaan. Penganggur semacam ini dikategorikan sebagai penganggur terbuka. Selain itu, ketika seseorang yang bekerja, tetapi tidak penuh dalam arti ia tidak dimanfaatkan secara optimal dilihat dari sisi jam kerja yang digunakan dan produktivitas kerjanya, dapat dikategorikan sebagai setengah penganggur. Setengah penganggur dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
ü setengah penganggur kentara, yaitu seseorang yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu
ü setengah penganggur tidak kentara, yaitu seseorang yang bekerja, tetapi sebenarnya produktivitas dan pendapatannya rendah.
b.   Bukan Angkatan Kerja
Bukan angkatan kerja, yaitu penduduk dalam usia kerja yang tidak bekerja, tidak mempunyai pekerjaan dan tidak sedang mencari pekerjaan (pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga), serta menerima pendapatan, tetapi bukan imbalan langsung atas suatu kegiatan produktif (pensiunan, veteran perang, dan penderita cacat yang menerima santunan).

B. Tujuan Pembangunan Ekonomi

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang menyebabkan pendapatan per kapita penduduk dari suatu negara meningkat secara terus menerus dalam jangka panjang. Karakteristik pembangunan ekonomi:
1.    Suatu proses yang terjadi secara terus menerus
2.    Adanya suatu usaha untuk menaikkan pendapatan per kapita riil (pendapatan msyarakat)
3.    Kenaikan pendapatan per kapita itu terjadi secara terus menerus dalam jangka panjang (jangka waktu lama)
Dalam mencapai tujuan pembangunan ekonomi harus memiliki minimal tiga sasaran pokok, yaitu:
1. Meningkatkan ketersediaan barang dan jasa serta memperkuat distribusi barang-barang kebutuhan pokok, seperti sandang, pangan dan papan
2. Meningkatkan taraf hidup masyarakat, seperti kesejahteraan material dan rasa percaya diri sebagai individu sebagai penduduk suatu bangsa.
3. memperluas pilihan ekonomi dan sosial bagi setiap orang dan bangsa baik terhadap kebodohan dan kemiskinan.

C. Pertumbuhan Ekonomi

        Pertumbuhan ekonomi merujuk pada kenaikan pendapatan nasional atau produk per kapita. Apabila produksi barang dan jasa suatu negara meningkat, dengan cara apa pun, dapat dikatakan terjadi pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Pada suatu negara yang perekonomiannya tumbuh, dapat dikatakan telah terjadi proses pembangunan, tetapi proses pembangunan di suatu negara tidak selalu hanya ditandai dengan terjadinya pertumbuhan ekonomi di negara yang sama.
        Teori Pertumbuhan Ekonomi
1.      Teori Historis
a. Friedrich List (1789-1846)
Penganut paham laissez-faire ini berpendapat bahwa paham ini dapat menjamin alokasi sumber daya secara optimal. Berikut tingkatan pertumbuhan ekonomi menurut Friedrich List.
1)     Tahap I      : masa berburu dan berkelana
2)     Tahap II     : masa berternak dan bertani
3)     Tahap III   : masa bertani dan kerajinan
4)     Tahap IV   : masa kerajinan, indutri dan perdagangan
b. W.W. Rostow (1916-1979)
Dia berpendapat bahwa perubahan dari keterbelakangan pada kemajuan dapat dilalui dengan beberapa seri tahapan berikut:
1)     Masyarakat Tradisonal
2)     Prasyarat untuk lepas landas
3)     Periode lepas landas
4)     Periode ekonomi yang matang atau dewasa
5)     Periode ekonomi konsumsi tinggi
2.      Teori Klasik
a. Adam Smith
Dia percaya bahwa pertumbuhan ekonomi suatu Negara tercapai karena adanya pertumbuhan output atau hasil produksi dan output tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk sebagai tenaga kerja. Selain itu pertumbuhan output juga didukung juga oleh jumlah sumber daya alam dan persediaan barang modal.
b. David Ricardo
Pendapat Adam Smith tidak disetujui oleh David Ricardo, karena ia melihat bahwa pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi justru akan menciptakan kemandekan ekonomi.
c. Thomas Robert Malthus
Malthus memiliki pendapat yang sama dengan David Ricardo, hanya Malthus lebih menyoroti masalah hasil produksi bahan makanan akibat pertumbuhan ekonomi.
3.      Teori Neoklasik
a. Robert Sollow
Robert Sollow sependapat dengan Adam Smith bahwa pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh pertumbuhan output. Hanya saja, Sollow melihat modal, tenaga kerja, dan teknologi sebagai faktor utama untuk memperbesar pertumbuhan output serta pertumbuhan ekonomi.
b. Joseph Schumpeter
Dia berpendapat bahwa para pengusaha yang melakukan inovasi-inovasi di bidang teknologi produksi dianggap sebagai kunci utama pertumbuhan ekonomi suatu Negara.
c. Harrod-Domar
Harrod-Domar adalah dua orang ahli ekonomi yang percaya bahwa setiap Negara mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Syaratnya, setiap Negara harus memiliki tingkat investasi atau penanaman modal yang tinggi juga.
Rumus Pertumbuhan Ekonomi
Pada umumnya pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh perubahan nilai output riil dari satu tahun ke tahun berikutnya. Nilai output riil nasional ditentukan oleh input tenaga kerja yang digunakan (diukur dalam jam kerja) dan produktivitas tenaga kerja (mengukur output riil per satu jam kerja).
Rounded Rectangle: Outputriil = jam kerja x prosuktivitas tenaga kerjaDengan rumus:

Contoh:Suatu negara menggunakan 20 tenaga kerja yang masing-masing bekerja selama 2.000 jam per tahun. Jadi, total input yang digunakan negara tersebut sebesar 20.000 jam kerja. Jika produkstivitas tenaga kerja (rata-rata output riil per 1 jam bekerja) adalah Rp. 1.000,00, output riil negara tersebut menjadi


Rounded Rectangle: Outputriil = jam kerja x prosuktivitas tenaga kerja
   = 20.000 x Rp 1.000,00
   = Rp 20.000.000,00
 


Jika pada tahun bertikutnya total jam kerja yang digunakan naik menjadi 20.200 jam kerja dan produktivitas tenaga kerja naik menjadi Rp 1.040,00, output riil negara tersebut naik menjadi


Rounded Rectangle: Outputriil = jam kerja x prosuktivitas tenaga kerja
   = 20.200 x Rp 1.040,00
   = Rp 21.008.000,00
 





Rumus perhitungan pertumbuhan ekonomi:


 





Pada contoh di atas:


 



 


Jadi, pertumbuhan ekonomi yang terjadi di negara tersebut sebesar 5,04% per tahun.


D. Pengangguran dan Pembangunan Ekonomi
1.   Macam-macam Pengangguran
Ada beberapa macam pengangguran. Untuk menggolongkannya ada dua cara yang dapat digunakan, yaitu berdasarkan sumber penyebab terjadinya pengangguran dan lama jam kerja yang digunakan.
    Berdasarkan penyebabnya, pengangguran dapat dibedakan menjadi sebagai berikut:
a.    Pengangguran Normal, yaitu jika dalam suatu perekonomian terdapat pengangguran yang jumlahnya tidak lebih dari 3% dari jumlah tenaga kerja yang ada, perekonomian sudah dianggap berada pada keadaan full employment. Pengangguran di bawah 3% dari angkatan kerja ini disebut pengangguran normal.
b.    Pengangguran Struktural, yaitu pengangguran yang muncul akibat adanya perubahan struktur perekonomian suatu Negara.
c.    Pengangguran Friksional, yaitu pengangguran yang muncul akibat tidak sesuainya antara pemberi kerja dan pencari kerja.
d.    Pengangguran Teknologi, yaitu pengangguran yang terjadi karena peran pekerja manusia digantikan oleh alat-alat atau mesin-mesin dengan teknologi maju atau bahan kimia.
e.    Pengangguran Musiman, yaitu pengangguran yang muncul akibat pergantian musim.
Berdasarkan lamanya jam kerja, pengangguran dibedakan menjadi sebagai berikut:
a.    Pengangguran Terbuka (Open Unemployment), yaitu pengangguran yang terjadi karena pertambahan lowongan pekerjaan lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja.
b.    Pengangguran Tersembunyi (Disguised Unemployment), yaitu pengangguran yang terjadi di negara-negara berkembang dalam kegiatan produksi yang menggunakan tenaga kerja yang lebih banyak daipada yang sebenarnya diperlukan. Sehingga kelebihan inilah yang disebut sebagai pengangguran setengah.
c.    Setengah Pengangguran (Under Unemployment), yaitu tenaga kerja yang terlihat bekerja, namun tenaga kerja tersebut bekerja dengan jam kerja di bawah normal.
2.   Dampak Pengangguran terhadap Pembangunan Ekonomi
Ada beberapa dampak pengangguran terhadap kondisi ekonomi dalam suatu negara. Dampak tersebut antara lain, sebagai berikut:
a.    Rendahnya Pendapatan Nasional
b.    Rendahnya Tingkat Kemakmuran Nasional
c.    Rendahnya Tingkat Akumulasi Modal
d.    Rendahnya Pertumbuhan Ekonomi
e.    Rendahnya Kualitas Hidup
f.     Meningkatkan Tindak Kriminal
g.    Rendahnya Stabitiltas Nasional
3.   Beberapa Upaya untuk Mengatasi Masalah Pengangguran
Upaya untuk mengatasi pengangguran harus disesuaikan dengan jenis pengangguran yang ada. Beberapa upaya mengatasi pengangguran, antara lain sebagai berikut:
a)   Penanaman Modal
b)  Penyediaan Informasi mengenai Lowongan Pekerjaan
c)   Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja
d)  Menumbuhkan Jiwa dan Hasrat Wirausaha


EVALUASI

A. PILIHLAH SALAH SATU JAWABAN YANG PALING TEPAT!


1.    Orang yang sedang mencari pekerjaan dapat digolongkan sebagai….
a.   bukan angkatan kerja
b.  menganggur
c.   setengah menganggur
d.  setengah menganggur kentara
e.   setengah menganggur tidak kentara
2.    Pak Ardianysah seorang purnawirawan TNI. Dalam pengklasifikasian penduduk, ia digolongkan sebagai….
a.    bukan angkatan kerja
b.    menganggur
c.    setengah menganggur
d.    setengah menganggur kentara
e.    setengah menganggur tidak kentara
3.    Suatu negara menggunakan 10 tenaga kerja yang masing-masing bekerja selama 3.000 jam per tahun. Jika produktivitas tenaga kerja (rata-rata output riil per jam bekerja) adalah Rp 1.000,00, output riil negara tersebut adalah….
a.   Rp 30.000.000,00
b.  Rp 3.000.000,00
c.   Rp 300.000,00
d.  Rp 33.000.000,00
e.   Rp 330.000,00
4.   Jika pada tahun berikutnya total jam kerja yang digunakan naik menjadi 30.500 jam kerja dan produktivitas tenaga kerja naik menjadi Rp 1.060,00, output riil negara tersebut menjadi….
a.   Rp 32.330,00
b.  Rp 32.000.000,00
c.   Rp 32.330.000,00
d.  Rp 330.000,00
e.   Rp 33.000.000,00
5.    Untuk kasus di atas, pertumbuhan ekonominya adalah….
a.   7,76%
b.  5,04%
c.   6,67%
d.  4,76%
e.   4,05%
6.   Bila output riil tidak berubah, produktivitas input dapat ditingkatkan dengan cara….
a.   peningkatan teknologi
b.  mengurangi jumlah input
c.   pendidikan dan latihan input
d.  efisiensi produksi
e.   penanaman modal
7.   Bila dalam suatu perekonomian terdapat pengangguran yang jumlahnya tidak lebih dari 3% dari jumlah tenaga kerja yang ada, perekonomian sudah dianggap berada pada keadaan….
a.   semu
b.  full employment
c.   stagnan
d.  struktural
e.   friksional
8.    Tiara yang baru lulus SMA memiliki keahlian mengoperasikan komputer. Ia memutuskan untuk bekerja, namun tidak segera menemukan pekerjaan yang diinginkan karena ia tidak tahu perusahaan mana yang membutuhkan tenaga kerja sesuai dengan keahlian yang dimilikinya. Kasus Tiara dapat digolongkan sebagai pengangguran….
a.   normal
b.  friksional
c.   struktural
d.  musiman
e.   teknologi
 9.  Untuk memetik hasil panen sekotak perkebunan teh sebenarnya cukup dilakukan oleh lima orang, tetapi dilakukan oleh delapan orang. Kelebihan tenaga kerja dalam kegiatan produksi semacam ini disebut….
a.   setengah pengangguran
b.  pengangguran musiman
c.   pengangguran terbuka
d.  pengangguran tersembunyi
e.   pengangguran friksional
10.  Berikut upaya untuk mengatasi pengangguran, kecuali….
a.   penanaman modal
b.  pendidikan dan pelatihan kerja
c.   meningkatkan pembelian barang impor
d.  penyediaan informasi lowongan kerja
e.   menumbuhkan jiwa dan hasrat wirausaha


B. JAWABLAH PERTANYAAN DIBAWAH INI DENGAN JELAS!
1.    Jelaskan apa yang dimaksud dengan angkatan kerja!
2.    Sebutkan dampak negatif pengangguran terhadap perekonomian suatu negara!

C. DISKUSI KELOMPOK
Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4-5 orang dan carilah sebuah artikel  tentang pengangguran (sumber bisa diperoleh dari koran, majalah maupun internet), kemudian diskusikan dengan kelompoknya mengenai:
a.     Jenis pengangguran yang terjadi
b.    Jumlah pengangguran
c.     Penyebab pengangguran


0 komentar :

Poskan Komentar

Histats.com © 2005-2012 Privacy Policy - Terms Of Use - Powered By Histats
 

Copyright © 2009 by TEACHER

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger