Senin, 01 Oktober 2012

Perdagangan Internasional



BAB IV
PERDAGANGAN dan
PEMBAYARAN INTERNASIONAL

A.     Perdagangan Internasional

1.   Pengertian Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional adalah kegiatan tukar-menukar barang atau jasa yang terjadi antara satu negara dengan negara lain dengan tujuan memperoleh keuntungan. Sebuah negara berharap memperoleh harga yang lebih mahal di luar negeri dibandingkan di dalam negeri ketika menjual ke luar negeri, dan sebaliknya sebuah negara mengaharapkan memproleh harga yang lebih murah di luar negeri dibandingkan di dalam negeri ketika membeli dari luar negeri. Selisih harga luar negeri dan harga dalam negeri inilah yang merupakan sumber keuntungan bagi pelaku perdagangan internasional.
 
Ada dua macam perdagangan internasional, yaitu ekspor dan impor. Ekspor merupakan kegiatan menjual barang atau jasa dari dalam negeri ke luar negeri, sedangkan impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri ke dalam negeri. Pelaku kegiatan ekspor disebut eksportir dan pelaku kegiatan impor disebut importir.
2.   Faktor Penyebab terjadinya Perdagangan Internasional
Secara terperinci faktor yang mendorong suatu Negara melakukan perdagangan internasional adalah sebagai berikut:
a.    Perbedaan Kekayaan Sumber Daya Alam yang Dimiliki
Hal ini terjadi karena tiapnegara memiliki kekayaan alam yang berbeda-beda. Oleh karena itu, masing-masing menghasilkan barang yang berbeda-beda pula. Ada negara yang dapat memproduksi suatu barang secara melimpah, sementara ada negara yang kekurangan barang tersebut.
b.    Perbedaan Kepemilikan Faktor Produksi
Suatu negara mungkin memiliki faktor produksi tenaga kerja dengan upah murah yang melimpah, tetapi tidak memiliki modal yang cukup. Sementara negara lain sebaliknya memiliki modal melimpah, tetapi tidak memiliki banyak tenaga kerja. Perbedaan ini yang menyebabkan masing-masing negara akan memproduksi barang sesuai dengan faktor produksi yang dimiliki.
c.    Perbedaan Ilmu Pengetahuan dan Penguasaan Teknologi (Iptek)
Suatu negara yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi cenderung memproduksi bareng yang membutuhkan teknologi yang canggih pula.
d.    Perbedaan Harga Barang
Perbedaan ini mendorong masyarakat untuk melakukan perdagangan internasional. Karena masyarakat akan lebih suka membeli dari luar negeri bial memperoleh harga yang lebih murah dan cenderung lebih suka menjual ke luar negeri bila memperoleh harga yang lebih mahal.
e.    Perbedaan Selera Masyarakat di Suatu Negara-Negara yang Berbeda
Selera masyarakat di setiap negara berbeda-beda, sehingga hal ini memungkinkan terjadinya perdagangan internasional. Salah satu penyebab perbedaan selera adalah kebudayaan dan gaya hidup masyarakatnya yang beraneka ragam.
3.   Manfaat Perdagangan Internasional
Setiap negara yang melakukan perdagangan internasional, baik ekspor maupun impor akan merasakan manfaat (dampak positif) dari kegiatan tersebut, manfaat yang akan diperoleh adalah sebagai berikut:
a.    Meningkatkan kesejahteraan penduduk suatu Negara
b.   Menciptakan efiseinsi dan spesialisasi produksi
c.    Mendorong kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan
d.   Memperluas pangsa pasar
e.    Mempercepat pertumbuhan ekonomi
f.    Meningkatkan kesempatan kerja
g.   Menjadi sumber pemasukan bagi kas Negara
h.   Memperat hubungan antarnegara

4.   Campur tangan Pemerintah dalam Perdagangan Internasional
a.  Pengertian Kebijakan Perdagangan Internasional
Kebijakan perdagangan internasional dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk secara langsung ataupun tidak langsung memengaruhi jumlah barang yang diimpor dan diekspor dengan tujuan tertentu. Pada dasarnya, ada dua macam kebijakan pemerintah dalam perdagangan internasional, yaitu kebijakan proteksi impor dan kebijakan promosi ekspor. Sesuai dengan namanya, kebijakan proteksi impor pada dasarnya bertujuan untuk menghambat (mengurangi) jumlah barang yang diimpor, sedangkan kebijakan promosi ekspor bertujuan untuk mendorong jumlah barang yang diekspor.
b.  Tujuan Kebijakan Perdagangan Internasional
Kebijakan pemerintah ditetapkan dengan tujuan untuk meningkatkan kemakmuran warga negara. Lebih khusus, kebijakan proteksi impor dilakukan dengan beberapa tujuan, yaitu:
1) Melindungi industr dalam negeri yang baru tumbuh (Infant Industry)
2) Meningkatkan diversifikasi produksi
3) Membuka kesempatan kerja
4) Memperbaiki neraca pembayaran internasional
5) Menambah pendapatan negara
6) Menghindarkan efek buruk politik dumping
              c.  Instrumen Pembatasan Perdagangan Internasional
Terdapat banyak instrument yang dapat digunakan pemerintah untuk melakukan pembatasan perdagangan internasional, antara lain:
1)  Tarif, yaitu pajak yang dibebankan atas barang-barang yang melewati batas suatu negara.
2)  Kuota, merupakan proteksi yang bersifat nontariff (bukan berbentuk pajak). Kuota merupakan batas maksimum barang yang diizinkan melewati batas suatu negara. Bila kuota tersebut dikenakan untuk barang impor, disebut kuota impor dan bila dikenakan pada barang ekspor, disebut kuota ekspor.
3)  Larangan Impor dan Larangan Ekspor, hal ini terjadi jika suatu negara tidak menginginkan mengimpor atau mengekspor satu jenis barang tertentu karena alasan-alasan khusus, baik yang bersifat ekonomimaupun politis.
4)  Subsidi, hal ini diberikan pemerintah kepada produsen dalam negeri yang menghadapi persaingan barang impor sejenis agar mampu memproduksi dengan jumlah yang lebih banyak.
5)  Diskriminasi harga, yaitu praktik penetapan harga yang berbeda untuk barang yang sama. Biasanya diskriminasi harga melekat pada system tarif yang digunakan negara pada saat menetapkan kebijakan perdagangan internasional.
6)  Dumping, yaitu menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga di dalam negeri. Ada dua macam dumping, yaitu:
a)   dumping pampasan (predatory dumping), yaitu dumping yang dilaksanakan secara temporer yang tujuannya untuk mematikan pesaing di luar negeri
b)  dumping terus-menerus (persistent dumping), yaitu dumping yang berlangung terus-menerus tanpa batas waktu.
              d. Valuta Asing (Valas)
a)   Pengertian Valuta Asing, yaitu tempat atau lembaga yang memperdagangkan berbagai jenis mata uang asing. Pasar valuta asing diselenggarakan oleh bank pemerintah, bank swasta nasional, dan bank swasta asing yang merupakan bank devisa, serta lembaga yang mengkhususkan kegiatannya dalam perdagangan mata uang asing.
b)  Pelaku di Pasar Valuta Asing
Pihak-pihak yang membutuhkan valuta asing, antar lain sebagai berikut:
(1)  Orang Indonesia yang akan berkunjung ke luar negeri
(2)  Orang Indonesia yang membiayai anggota keluarganya yang tinggal di luar negeri
(3)  Para importir Indonesia yang hendak membayar harga barang yang dibeli dari luar negeri
(4)  Para investor Indonesia yang akan membayar kewajiban-kewajibannya kepada orang di luar negeri
(5)  Pemerintah/orang-orang Indonesia yang akan membayar utang atau bunga ke luar negeri
(6)  Perusahaan-perusahaan asing di Indonesia yang akan membayar dividen kepada para pemegang saham di luar negeri
(7)  Pedagang valas yang inging berspekulasi terkait dengan naik turunnya nilai valuta asing untuk mendapatkan keuntungan
c)   Sumber Perolehan Devisa
(1)  Ekspor Barang, yaitu dengan mengekspor, eksportir Indonesia akan menerima pembayaran dalam bentuk valuta asing.
(2)  Ekspor Jasa, yaitu ketika suatu negara mengekspor tenaga kerja ke negara yang membutuhkannya.
(3)  Penanaman Modal ke Luar Negeri, yaitu ketika seseorang menanamkan modal di perusahaan-perusahaan asing di dalam negeri ataupun di luar negeri, maka ia akan mendapatkan imbalan dari penanaman modal tersebut.
(4)  Pinjaman Luar Negeri, yaitu sumber dana pembangunan bagia suatu negara yang bisa diperoleh dari dalam negeri maupun luar negeri.
(5)  Hibah atau Grant, hal ini dilakukan dalam upaya mengurangi kesenjangan antara negara kaya dan negara miskin atau untuk alas an kemanusiaan, negara kaya sering member hadiah, hibah, atau grant kepada negara yang sedang berkembang.

B.     Neraca Pembayaran Internasional
1.   Pengertian dan Manfaat Neraca Pembayaran Internasional
Neraca pembayaran internasional adalah ikhtisar yang tersusun secara sistematis, yang mencatat semua transaksi ekonomi yang dilakukan penduduk satu negara dengan penduduk negara lain pada periode waktu tertentu, biasanya satu tahun. Manfaat pencatatan neraca pembayaran internasional adalah sebagai berikut:
(a)    Untuk mengetahui keadaan keuangan negara yang terkait dengan pembayaran luar negeri
(b)   Untuk mengetahui berapa besar sumbangan transaksi ekonomi internasional terhadap penerimaan negara yang bersangkutan
(c)    Untuk mengetahui dinamika perdagangan luar negeri
(d)   Sebagai sumber data dan informasi untuk melakukan evaluasi dan anlisis kebijakan ekonomi
2.   Komponen Neraca Pembayaran Internasional
Neraca pembayaran internasional terbentuk dari beberapa komponen. Komponen yang utama adalah sebagai berikut:
(a)    Neraca Transaksi Sedang Berjalan (Current Account)
Merupakan jumlah slado dari neraca perdagangan yang terdiri dari:
1)  neraca perdagangan barang yang mencatat nilai ekspor dan impor barang yang dilakukan negara yang bersangkutan
2)  neraca perdagangan jasa yang mencatat nilai ekspor dan impor jasa yang dilakukan negara yang bersangkutan
3)  transaksi unilateral yang mencatat transaksi sepihak, yaitu transaksi yang tidak menimbulkan hak atau kewajiban secara yuridis bagi negara yang menerimanya.
(b)   Neraca Lalu Lintas Modal (Capital Account)
Neraca lalu lintas modal mencatat arus modal pemerintah dan swasta yang keluar dan masuk dari dank ke dalam negeri.
Transaksi ekonomi internasional yang dilakukan suatu negara yang dicatat dalam neraca pembayaran internasional dibedakan menjadi dua jenis, yaitu transaksi debit dan transaksi kredit. Transaksi debit adalah transaksi yang menimbulkan kewajiban bagi penduduk suatu negara untuk melakukan pembayaran kepada penduduk negara lain, sedangkan transaksi kredit adalah transaksi yang menimbulkan hak bagi penduduk suatu negara untuk menerima pembayaran dari penduduk negara lain. Dalam hal neraca perdagangan, ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi pada neraca perdagangan suatu negara, yaitu surplus, deficit, atau seimbang. Surplus terjadi bila ekspor lebih besar dari impor, defisit bila ekspor lebih kecil dari impor, dan seimbang bila ekspor sama dengan impor.
3.   Keseimbangan Neraca Pembayaran Internasional
Neraca pembayaran internasional dikatakan mencapai keseimbangan apabila devisa/valuta asing yang masuk ke suatu negara sama dengan devisa/valuta asing yang keluar dari negara tersebut.
a.    Keseimbangan Neraca Transaksi Sedang Berjalan
Neraca transaksi sedang berjalan mencapai keseimbangan bila devisa/valuta asing yang masuk dari kegiatan ekspor barang dan jasa, serta transaksi unilateral yang masuk ke dalam negeri sama dengan devisa/valuta asing yang keluar dari kegiatan impor barang dan jasa, serta transaksi unilateral ke luar negeri.
b.    Keseimbangan Neraca Lalu Lintas Modal
Neraca lalu lintas modal dikatakan seimbang apabila valuta asing yang masuk dari penanaman modal asing di dalam negeri sama dengan valuta asing yang keluar dari penanaman modal pemerintah dan swasta ke luar negeri.






EVALUASI
A. PILIHLAH SALAH SATU JAWABAN YANG PALING TEPAT!

1.    Pak Bowo adalah perajin cendera mata tradisional yang sukses. Hasil produksinya telah terjual ke banyak negara di seluruh dunia. Pak Bowo dapat disebut....
a.   eksportir
b.  importir
c.   konsumen
d.  kuota
e.   dumping
2.    Kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri disebut....
a.   ekspor
b.  impor
c.   tarif
d.  kuota
e.   dumping
3.    Berikut merupakan faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional, kecuali....
a.   perbedaan harga barang dan jasa
b.  perbedaan pengetahuan dan penguasaan teknologi yang digunakan di berbagai negara
c.   perbedaan selera terhadap barang dan jasa
d.  perbedaan kepemilikan faktor produksi
e.   keinginan untuk menerapkan politik dumping
4.    Alat pembayaran yang diterima semua pihak yang terlibat dalam perdagangan internasional disebut....
a.   dividen
b.  bunga
c.   keuntungan
d.  devisa
e.   subsidi
5.    Yang termasuk sumber penerimaan devisa negara adalah....
a.   pendapatan modal yang ditanamkan ke luar  negeri
b.  impor barang dan jasa
c.   pinjaman ke luar negeri
d.  penanaman modal ke luar negeri
e.   bantuan ke luar negeri
6.    Batas maksimum jumlah barang yang diizinkan masuk melewati batas suatu negara disebut....
a.   kuota ekspor
b.  kuota impor
c.   tarif ekspor
d.  tarif impor
e.   diskriminasi harga
7.    Kebijakan larangan ekspor terutama bertujuan untuk....
a.   melindungi produsen luar negeri
b.  melindungi produsen dalam negeri
c.   melindungi konsumen dalam negeri
d.  melindungi pemerintah dalam negeri
e.   melindungi konsumen luar negeri
8.    Politik dumping adalah kebijakan dalam perdagangan internasional di mana….
a.   harga di luar negeri lebih murah dibanding harga di dalam negeri
b.  harga di luar negeri lebih mahal dibanding harga di dalam negeri
c.   harga di luar negeri sama dengan harga di dalam negeri
d.  harga di luar negeri sebanding dengan harga di dalam negeri
e.   harga di luar negeri hanya sedikit lebih mahal dibanding harga di dalam negeri
9.    Bagi suatu negara, cadangan devisa dapat digunakan untuk....
a.   membangun barang-barang publik
b.  mengimpor barang dan jasa dari luar negeri
c.   membayar gaji pegawai negeri sipil
d.  membiayai upacara penerimaan kunjungan kenegaraan dari negara-negara lain
e.   membayar bunga Sertifikat Bank Indonesia yang dibeli warga negara Indonesia
10.  Apabila arus valuta asing yang masuk ke suatu negara lebih besar dibandingkan valuta asing yang keluar dari negara, dapat dikatakan neraca pembayaran internasional negara tersebut dalam kondisi....
a.   shortage
b.  defisit
c.   seimbang
d.  surplus
e.   ideal
  
B. JAWABLAH PERTANYAAN DIBAWAH INI DENGAN JELAS!
1.    Jelaskan faktor apa saja yang mendorong terjadinya perdagangan interonasiona!
2.    Apa yang dimaksud dengan defisit neraca pembayaran?

C. DISKUSI KELOMPOK
Bentuklah kelompok yang terdiri dari 2-3 orang, carilah di BPS, BI atau melalui internet Neraca Pembayaran Indonesia tahun 2007-2008. Kemudian perhatikan pada tabel Neraca tersebut dengan mencari berapa angka:
(a)    Ekspor dan Impor Indonesia pada tahun 2007-2008
(b)   Cadangan devisa pada tahun 2007-2008
(c)    Dari tahun 2007-2008 tersebut, bagaimana keadaan neraca pembayarannya, apakah terjadi suplur, defisit, atau tetap?Jelaskan!













1 komentar :

Muttaqin mengatakan...

Makasih ya... Lengkap banget ada latihan soalnya juga. Terus semangat untuk menulis ya.

Posting Komentar

Histats.com © 2005-2012 Privacy Policy - Terms Of Use - Powered By Histats
 

Copyright © 2009 by TEACHER

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger